Dunia Energi Logo Kamis, 21 September 2017

Bank dan Lembaga Pembiayaan Nasional Ikut Serta Biayai Proyek LNG Tangguh Train 3 

JAKARTA – Tiga bank dan satu lembaga pembiayaan milik pemerintah ikut membiayai pembangunan fasilitas dan aktifitas upstream migasIndonesia dalam megaproyek gas alam cair (LNG) Tangguh Train 3 senilai US$3,745 miliar atau Rp50,557 triliun.

“Untuk pertama kalinya pembiayaan proyek LNG melibatkan institusi-institusi keuangan domestik di Indonesia,” kata Amien Sunaryadhi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) saat penandatanganan dokumen persetujuan pembiayaan proyek LNG Tangguh Train 3 di Jakarta, Rabu (3/8).

Tiga bank dan lembaga pembiayaan nasional yang ikut membiayai proyek LNG Tangguh Train 3 adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT. Indonesia Infrastructure Finance. Keterlibatan keempat lembaga keuangan tersebut sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan partisipasi lokal dalam proyek-proyek strategis, sekaligus memperluas pengalaman lembaga keuangan nasional dalam pembiayaan proyek berskala internasional

Sementara itu, bank internasional yang terlibat terdiri dari afiliasi dari Mizuho Bank, Bank of China, China Construction Bank, The Bank ofTokyo-Mitsubishi UFJ, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, DBS Bank, United Overseas Bank, BNP Paribas, Credit Agricole Corporate and Investment Bank,Oversea-Chinese Banking Corporation, Korea Development Bank, Shinsei Bank,dan KfW Bank.

Penandatanganan sisa fasilitas pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC)dan lembaga multilateral akan dilakukan kemudian.

“Perjanjian tersebut merupakan kelanjutan dari pengumuman keputusan finalinvestasi yang dilakukan oleh Kontraktor KKS Tangguh pada 1 Juli 2016 lalu,” kata Amin.

Fasilitas pinjaman komersial ini sendiri  merupakan bagian dari paket pinjaman senilai total US$3,745 miliar atau sekitar Rp 50,557 triliun.Fasilitas pinjaman yang dilakukan melalui metode Trustee Borrowing Scheme (TBS) dengan HSBC (New York) sebagai wali amanat/trustee dan HSBC (Jakarta) sebagai akun bank dalam negeri ini telah mendapatkan persetujuan dari tim Pinjaman Komersial Luar Negeri (PKLN) Pemerintah Indonesia.

SKK Migas bersama BP, selaku operator Tangguh LNG, bekerja bersama tim dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk mendukung persetujuan PKLN dari Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia.(RI)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)