BONTANG – PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra), perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik, mendukung PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam merampungkan proyek peremajaan, Revamping Ammonia Pabrik-2, sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional yang dijalankan Pupuk Indonesia Group.

Proyek peremajaan pabrik amonia ini menjadi yang pertama, baik bagi Indonesia maupun bagi Tripatra, dan memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi karena dilakukan terhadap pabrik yang telah beroperasi. Pabrik amonia tertua di Indonesia yang telah beroperasi sejak 1984 ini merupakan salah satu tulang punggung produksi Pupuk Kaltim dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pupuk nasional.

“Keterlibatan Tripatra dalam proyek ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung Pupuk Kaltim menjalankan program revitalisasi industri pupuk nasional guna memperkuat ketahanan pangan,” kata President Director & CEO Tripatra Raymond Naldi Rasfuldi, Rabu (11/2/2026).

Melalui penerapan solusi rekayasa terintegrasi yang meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi karbon dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan, Tripatra turut berkontribusi pada agenda Pemerintah Indonesia menuju target Net Zero Emissions 2060. “Dalam setiap tahap pelaksanaan proyek, kami senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas, yang tercermin dari capaian lebih dari 1,8 juta jam kerja aman tanpa Lost Time Injury hingga Desember 2025,” ungkap Raymond.

Proyek pembaruan pabrik ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menurunkan konsumsi gas, yang berdampak pada pengurangan emisi karbon. Melalui proyek Revamping Ammonia Pabrik-2, efisiensi energi dapat ditingkatkan dengan penurunan konsumsi gas hingga 4 MMBtu per ton amonia atau lebih dari 10% dibandingkan kondisi sebelumnya, serta didukung oleh penerapan sistem kontrol berbasis digital melalui Distributed Control System (DCS) yang meningkatkan akurasi pengendalian proses dan keandalan operasi.

Secara keseluruhan, peremajaan ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 110.000 ton COâ‚‚ ekuivalen per tahun dan mendukung efisiensi biaya produksi pupuk, sehingga turut berkontribusi pada keberlanjutan pasokan pupuk nasional dan penguatan ketahanan pangan.

Dalam sambutannya saat peresmian Revamping Ammonia Pabrik-2, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari langkah strategis revitalisasi industri pupuk nasional untuk meningkatkan efisiensi energi, menekan emisi karbon, serta memperkuat ketahanan pangan.

Ia menjelaskan bahwa Revamping Ammonia Pabrik-2 dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan, sehingga proses produksi menjadi lebih hemat energi, rendah emisi, dan berdaya saing. Ia juga menambahkan bahwa proyek ini dikerjakan oleh kontraktor lokal, yaitu Tripatra, dengan melibatkan tenaga kerja lokal.(RA)