JAKARTA – Kegiatan pengeboran sumur pengembangan di wilayah Asset 2 kerja Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali menunjukkan hasil optimal dengan mulai mengalirnya produksi minyak.

Pengeboran Sumur Pengembangan TOPI-002 PT Pertamina Hulu Rokan Asset 2 (WK Rokan) yang ditajak pada tanggal 2 Maret 2026 telah selesai.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menjelaskan telah dilakukan uji produksi pada lapisan BK2800 Lower interval 937–939 mMD, dengan hasil produksi awal yang cukup signifikan. “Kemudian telah dilakukan uji produksi Sumur TOPI-002 pada lapisan BK2800_Lower interval 937–939 mMD, dengan initial produksi sebesar 795 barel per hari,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Jumat (3/4).

Secara geografis, struktur Karangan lokasi sumur tersebut berada sekitar 20 kilometer dari Kota Duri. Target utama pengeboran sumur ini adalah lapisan Bekasap, khususnya zona BK2800 Lower.

Dari sisi operasional, Djoko memaparkan bahwa sumur dibor secara directional (J-Type) menggunakan Rig ACS#23 (750 HP) hingga mencapai kedalaman akhir 1.136 mMD dalam tiga trayek. Proses pengeboran hingga uji produksi berlangsung selama 25 hari, sedikit lebih lama dari rencana awal 20 hari, dan rampung pada akhir Maret 2026.

Terkait biaya, ia menyebutkan realisasi masih lebih efisien dibandingkan rencana. “Estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan adalah sebesar US$ 935.304 atau sekitar 76% dari biaya yang direncanakan,” kata Djoko.

Ke depan, operasional sumur akan difokuskan pada optimalisasi produksi. “Operasional berikutnya adalah melanjutkan uji produksi dan kemudian dialirkan dengan rate yang optimum untuk menjaga kualitas reservoir dan mencegah terproduksinya air dengan cepat,” ujarnya. (RI)