JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk merealisasikan pemboran paling tidak tiga sumur appraisal dalam pengembangan Migas Non Konvensional (MNK).
Rikky Rahmat Firdaus, Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, menyatakan untuk memperkuat keyakinan keekonomian proyek, PHR diharapkan menambah sumur lanjutan tahun ini.
“Selain sumur eksplorasi yang akan kita bor, minyak non-konvensional tahun ini kami harapkan Pertamina Hulu Rokan menambah 2–3 sumur appraisal untuk meyakinkan kita bahwa sumur-sumur non-konvensional ini memang layak dan ekonomis untuk dikembangkan,” kata Rikky disela DETalk yang digelar Dunia Energi, Rabu (4/2).
Sebelumnya PHR telah melakukan pemboran dua sumur eksplorasi di Kelok dan Gulamo dengan hasil yang menggemberikan dengan ditemukannya kandungan hidrokarbon. Namun demikian, Rikky menegaskan bahwa pengembangan minyak non-konvensional memiliki tantangan teknologi dan operasional yang tidak sederhana.
Dia menjelaskan pengembangan MNK memerlukan penanganan khusus, mulai dari jumlah sumur hingga kebutuhan pendukung lainnya.
“syarat dari minyak non-konvensional ini adalah banyak sumur, harus ratusan sumur, lalu non-productive time ngebornya cepat, efisien dan efektif, lalu membutuhkan banyak air untuk menginjek fracturing dalam konteks perkahan batuan di dalam sumurnya, lalu juga membutuhkan butiran pasir untuk mengganjal setelah difract, bukan dia nutup, tapi bisa tetap melewatkan fluida non-konvensional,” jelasnya.
Selain itu, ke depan diperlukan dukungan regulasi dan ekosistem yang memadai, termasuk skema kerja sama bagi hasil yang baru sehingga proyek ini bisa masuk dan layak secara keekonomian. “PHR tentunya akan mengusulkan kontrak kerjasama baru di luar yang konvensional yang kita pahami bersama saat ini dengan KBH khusus terkait dengan minyak non-konvensional,” ungkap Rikky. (RI)




Komentar Terbaru