JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Schlumberger Geophysics Nusantara (SLB Indonesia) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai kerangka kolaborasi strategis dalam mendukung percepatan peningkatan produksi antara lain penerapan teknologi multi-stage fracturing (MSF) guna meningkatkan produktivitas reservoir serta memperkuat upaya peningkatan produksi hulu migas nasional.
MoU tersebut ditandatangani Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Direktur Utama SLB Indonesia Nurzhan Ongaltayev pada Senin, (9/2) dan diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong optimalisasi pengelolaan reservoir, khususnya pada lapangan dengan karakteristik kompleks, melalui pemanfaatan teknologi, pertukaran pengetahuan, serta penerapan praktik terbaik global yang dapat direplikasi di berbagai wilayah kerja Kontrak Kerja Sama (PSC).
Kolaborasi SKK Migas dan SLB diarahkan untuk memperkuat integrasi proses hulu migas secara menyeluruh, mulai dari aspek subsurface, desain dan konstruksi sumur, hingga tahap produksi. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasi, mempercepat implementasi teknologi, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas nasional dalam pengelolaan teknologi hulu migas.
Djoko mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong peningkatan produksi migas nasional melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna.
“SKK Migas menyambut baik kolaborasi dengan SLB sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas sumur dan efisiensi operasi hulu migas. Kerja sama ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi KKKS serta berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional secara berkelanjutan dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional,”jelas Djoko dalam keterangannya.
Sementara itu, Nurzhan Ongaltayev, Direktur Utama SLB Indonesia mengatakan, SLB Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan industri hulu migas Indonesia melalui penerapan teknologi dan pengalaman global yang telah terbukti di berbagai negara.
“Melalui kolaborasi strategis dengan SKK Migas, SLB berkomitmen mengombinasikan teknologi global dan keahlian lokal untuk mempercepat peningkatan produksi antara lain implementasi multi-stage fracturing serta meningkatkan kinerja operasi di berbagai wilayah kerja di Indonesia,” ujar Nurzhan.
Nota Kesepahaman ini merupakan kerangka kerja sama awal yang akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan terkait, dengan tetap memperhatikan ketentuan kerahasiaan data serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi, efisiensi operasi, serta penguatan kapabilitas teknologi di sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia. (RI)





Komentar Terbaru