JAKARTA – Setelah sumur GNK-114 mendapatkan hasil positif kini PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) mencatatkan hasil positif juga dari pengeboran sumur pengembangan GNK-115 di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, Sumatera Selatan. Sumur tersebut mencatatkan hasil uji produksi sementara sebesar 2.423,29 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,95 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas. Dengan capaian tersebut, produksi minyak GNK-115 mencapai sekitar 11 kali lipat dari target awal atau meningkat sekitar 1.000%.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengatakan produksi tersebut mengalir secara natural open flow dari lapisan TAF-K1. Capaian tersebut jauh melampaui target awal produksi yang ditetapkan sebesar 220 BOPD. “GNK-115 hasilnya 2.423 BOPD dan 1,95 MMSCFD, natural open flow. Target awalnya 220 BOPD,” kata Djoko dalam keterangannya, Senin (5/10).

Menurut Djoko, hasil tersebut menunjukkan potensi produksi yang baik dari lapisan yang menjadi target pengeboran. Produksi sumur berasal dari Layer K dengan kondisi tekanan reservoir yang masih baik.

Sumur GNK-115 sebelumnya ditajak pada 21 Juli 2026 dengan nama lokasi pengeboran GNK-PD66. Sumur tersebut berada di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, yang terletak di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Pengeboran dilakukan secara directional menggunakan Rig PDSI #41.3/N110-UE hingga mencapai kedalaman akhir 1.951 meter measured depth (mMD) atau 1.835,19 meter true vertical depth (mTVD).

Pelaksanaan fase pengeboran dan uji produksi hingga 5 Oktober 2026 tercatat berlangsung selama 31 hari, lebih cepat dari program yang ditetapkan selama 33 hari.

Dari sisi keselamatan kerja, operasi Sumur GNK-115 juga mencatatkan 57.288 safe man hours sejak pelaksanaan tajak. Capaian tersebut diperoleh dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta operational excellence.

Sementara itu, berdasarkan field estimate, biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan tersebut mencapai US$4.975.013,26 atau sekitar 76,91% dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui.

Keberhasilan GNK-115 menambah kontribusi produksi minyak dan gas dari wilayah kerja Prabumulih sekaligus menunjukkan potensi lapisan produktif yang masih dapat dikembangkan melalui kegiatan pengeboran dan pengembangan sumur eksisting.