LOMBOK – PT Pertamina (Persero) berencana untuk terus mendukung gelaran MotoGP dengan melanjutkan hak penamaan (naming right) ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit. Skema perpanjangan kontrak sendiri berlangsung selama tiga tahun plus dua tahun. Tahun ini adalah tahun terakhir kontrak Pertamina dan MotoGP.
Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina mengatakan proses pembahasan masih berlangsung dan perusahaan menyiapkan konsep baru untuk memperkuat branding Pertamina di pasar global.
Dia menuturkan keterlibatan Pertamina dalam ajang balap internasional itu dapat meningkatkan pengenalan merek Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas nasional di tingkat dunia.
“Ya, saat ini untuk naming right event MotoGP itu sedang dalam proses dan insya Allah tahun depan masih berlanjut. Dan kami juga akan punya konsep yang lebih baik lagi di tahun depan,” kata Baron saat ditemui di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (10/10).
Hak penamaan menjadi salah satu sarana bagi Pertamina untuk memperluas ekspansi branding nama melalui ajang olahraga kelas wahid di dunia. “Nah, ini salah satu caranya melalui kegiatan naming right di dalam event MotoGP ini,” ungkap Baron.
Lebih lanjut, Baron menegaskan bahwa saat ini proses kerja sama penamaan tersebut masih berlangsung dan pengumuman diharapkan segera disampaikan.
Di sisi lain, Pertamina Lubricants juga tengah mengevaluasi kemitraannya dengan tim balap VR46 setelah tiga tahun bekerja sama. Evaluasi tersebut tidak hanya mencakup eksposur merek, tetapi juga pengembangan produk dan peluang bisnis yang dapat diperoleh dari kemitraan di dunia motorsport.
Nugroho Setyo Utomo, VP Marketing Pertamina Lubricants mengatakan, kerja sama dengan VR46 dirancang secara menyeluruh, mulai dari penguatan branding hingga pengembangan produk dan bisnis. Perusahaan masih menilai kelanjutan kemitraan tersebut sebelum menyampaikan keputusan resmi.
“Jadi kita partnership-nya memang komprehensif, jadi tidak hanya branding tadi yang sudah saya sampaikan. Ada product development, ada business development, dan sama yang tadi disampaikan Pak Baron, kita juga proses evaluasi,” kata Nugroho.





Komentar Terbaru