BATAM – Di industri pusat data, Schneider Electric telah lama menjadi mitra strategis untuk pembangunan infrastruktur pusat data yang andal, efisien dan sustainable. Schneider Electric telah membantu pusat data terbesar di dunia untuk mengatasi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi hingga 80% selama lebih dari 10 tahun terakhir. Schneider Electric memiliki rangkaian produk dan solusi mulai dari cooling, server rack, prefabricated data center module, Uninterruptible Power Supply (UPS), dan masih banyak lagi. Selain itu Schneider Electric juga memiliki solusi EcoStruxure for Data Center yaitu platform manajemen generasi berikutnya dari Schneider yang mengintegrasikan manajemen daya, bangunan, dan TI untuk meningkatkan ketahanan, kelincahan, dan menghasilkan kinerja pusat data yang lebih baik dengan kemampuan prediktif.

Schneider Electric memiliki tiga pabrik di Batam, dan satu di Cikarang, dimana seluruhnya sudah bertransformasi menjadi pabrik pintar sejak 2017. Pabrik pintar Schneider Electric di Batam telah ditunjuk oleh Kemenperin sebagai National Lighthouse Making Indonesia 4.0 sejak 2018 dan juga diakui World Economic Forum sebagai bagian dari jaringan Global Lighthouse untuk revolusi industri 4.0. Pabrik Pintar Schneider Electric di Batam juga menjadi salah satu pabrik pintar pertama di Indonesia yang telah memanfaatkan jaringan 5G untuk kegiatan operasionalnya.

Di Indonesia, EcoStruxure for Data Center telah digunakan oleh sebagian besar penyedia cloud & layanan terkemuka untuk mendukung transformasi digital data center mereka. Beberapa klien Schneider Electric antara lain Lintasarta dan Telkomsigma. EcoStruxure for Data Center telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi konsumsi energi hingga 38 persen, efisiensi biaya energi hingga 30 persen, peningkatan produktivitas hingga 60 persen dan uptime pusat data hingga 100 persen.

Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, menyampaikan kegiatan operasional pabrik pintar Schneider Electric secara nyata memperlihatkan bagaimana peran pusat data semakin krusial dalam mengumpulkan, memproses, mengelola dan mendistribusikan data dalam jumlah besar secara cepat dan tanpa latensi. Konektivitas dalam mendukung transformasi digital di sektor industri perlu ditunjang dengan infrastruktur pusat data yang mumpuni.

“Tidak hanya dari sisi teknologi informasi namun juga sistem kelistrikan, dan keterampilan sumber daya manusianya. Hal ini lah yang menjadi prioritas utama Kominfo dalam mengembangkan industri pusat data di Indonesia, termasuk juga pengembangan jaringan 5G. Oleh karena itu, industri pusat data membutuhkan mitra-mitra teknologi seperti Schneider Electric yang dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan keandalan, kecepatan, efisien dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan,” ujarnya, saat berkunjung ke salah satu pabrik pintar Schneider Electric di Batam, Jumat(24/6).

Kunjungan Bapak Menkominfo ini untuk melihat secara langsung kegiatan operasional pabrik pintar dengan pemanfaatan jaringan 5G dan memetakan kebutuhan pelaku industri terhadap pusat data (data center) yang tangguh dan andal untuk mengoptimalkan produktivitas. Kunjungan ke Pabrik Pintar Schneider Electric menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Menkominfo untuk meninjau pembangunan Pusat Data Nasional di Nongsa Batam dan serah terima sertifikat lahan Pusat Data Nasional.

Yana Achmad Haikal, Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, mengungkapkan pabrik di Indonesia memproduksi peralatan electromechanic, electronic, sensor dan peralatan listrik bertegangan rendah hingga menengah yang dipasarkan untuk lokal maupun ekspor ke Eropa, Amerika, China dan Asia Pasifik untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan energi dan otomasi di sektor industri. Salah satunya industri Pusat Data.

“Kunjungan Menkominfo diharapkan dapat membuka kesempatan dialog dan kolaborasi dalam mendukung agenda Kominfo dalam membangun infrastruktur Pusat Data Nasional melalui solusi pusat data dan pengalaman yang dimiliki Schneider Electric,” ujar Yana Achmad.

Kodrat Sutarhadiyanto, Plant Director Schneider Electric Manufacturing Batam, menambahkan bahwa sejak 2021 Schneider Electric menggandeng Telkomsel untuk mendukung konektivitas digital pabrik pintar kami di Batam dengan pemanfaatan jaringan 5G. Dengan pemanfaatan jaringan 5G ini, pabrik pintar kami mendapatkan manfaat dukungan jaringan yang handla dengan bandwidth dan kecepatan yang mumpuni.

‚ÄúPabrik pintar kami di Batam telah menjadi percontohan penerapan IIoT bagi pelaku industri di Asia, dan pembuktian kepada pelanggan dan mitra bahwa digitalisasi mudah dilakukan dan membantu mereka dalam melakukan percepatan pengimplementasian rencana transformasi digitalnya. Kami telah menerima kunjungan lebih dari 2.300 profesional dan manajemen perusahaan yang ingin belajar mengenai transformasi digital dan pemanfaatan jaringan 5G di industri,” ujar Kodrat.(RA)