JAKARTA – ExxonMobil Cepu Limited (ECML) sudah memulai untuk membahas perpanjangan kontrak pengelolaan blok Cepu di Jawa Timur. Adapun kontrak Exxon di Cepu sebenarnya baru akan berakhir pada 17 September 2035 nanti atau masih sembilan tahun dari sekarang.
Laode Sulaeman, Direktur Jendral Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan negosiasi perpanjangan kontrak sudah dimulai. “Mereka baru mulai negosiasi-negosiasi,” kata Laode singkat kepada Dunia Energi, Jumat (6/2).
Informasi yang diterima Dunia Energi Exxon sedang bersiap menyodorkan secara resmi perpanjangan kontrak paling cepat tahun 2027 nanti.
Ini juga sempat disinggung oleh Sugeng Suparwoto, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI yang mengungkapkan Exxon bersiap mengajukan perpanjangan kontrak tentu saja dengan bukti adanya penambahan cadangan. “POD baru di tahun 2027 ini. Mudah-mudahan. Dan itu akan meningkatkan reserve tadi,” ungkap Sugeng dalam DEtalk yang digelar Dunia Energi, Rabu (4/2).
cadangan minyak Blok Cepu meningkat lebih dari dua kali lipat dari penemuan awal. Yakni dari 450 juta barel menjadi 1 miliar barel. Produksi puncak Blok Cepu sempat menyentuh level 230 ribu barel per hari (bph) namun kembali mengalami penurunan alamiah. Produksi minyak Blok Cepu saat ini sebesar 170 ribu-180 ribu bph.
Baru-baru ini Exxon sukses uji coba pengaktifan kembali sumur idle di lapangan Banyu Urip. SKK Migas meminta Exxon untuk segera menggarap 14 sumur idle di sana.
Sebelumnya Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, menjelaskan Exxon telah sukses dalam menggarap sumur idle B-05 dengan produksi mencapai 4.500 barel per hari (bph) padahal estimasi awal hanya sekitar 1.000 bph.
Exxon kata Djoko melakukan intervensi technologi yaitu kegiatan Gas Shut-Off (GSO) menggunakan chemical baru, pekerjaan reperforasi setelah pekerjaan GSO, Water Shut-Off (WSO) menggunakan bridge plug, serta stimulasi sumur pada area re-perf dengan pemompaan (LDA).
“Keberhasilan pelaksanaan pekerjaan GSO dengan ramuan chemical baru pada Sumur Idle Banyu Urip B05 ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk sumur idle lainnya yang ada di lapangan Banyu Urip terdapt 14 sumur idle serupa,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Senin (26/1).
Menurut dia kesuksesan sumur B-05 diharapkan dapat meningkatkan tingkat keberhasilan pelaksanaan pekerjaan serupa pada kandidat sumur sumur idle lainnya.
“Secara operasional, seluruh pekerjaan pada Sumur Idle Banyu Urip B05 dilaksanakan tanpa rig (rigless operation) dengan menggunakan Coiled Tubing Unit (CTU),” ungkap Djoko. (RI)





Komentar Terbaru