JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menargetkan ada 39 pengeboran sumur eksplorasi pada tahun demi mendapatkan cadangan migas baru. Target ini tumbuh dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 lalu yang mencapai 35 sumur.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas menjelaskan pemboran sumur eksplorasi tahun ini masih bisa bertambah dari target demi ambisis mencapai 100 sumur eksplorasi yang dibor.
“Realisasinya baru 3 sumur atau 8%. Namun demikian kami punya target akan menambah di tahun 2026 ini mencapai target ambisius kita sebanyak 100 sumur eksplorasi,” kata Djoko disela rapat dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (11/2).
Sementara untuk kegiatan eksplorasi lainnya juga dicanangkan terjadi peningkatan dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu. Misalnya saja studi G&G (Geology & Geophysics) jika dibandingkan tahun 2025 itu realisasinya 162. Sementara Target untuk 2026 naik menjadi 180 kegiatan, realisasi dengan saat ini mencapai 39%.
Kemudian untuk studi G&G open area tahun ini direncanakan ada empat kegiatan dan survei seismik 2D tahun ini ditargetkan mencapai 3.882 km atau meningkat drastis dibandingkan tahun lalu hanya 419,84 km. Selanjutnya untuk kegiatan seismik 2D open area direncakan sepanjang 6.000 km naik signifikan dibandingkan tahun lalu hanya 2.817 km.
“Karena open area di samping dilaksanakan oleh swasta juga merupakan komitmen pasti yang dilakukan oleh KKKS-KKKS yang merubah komitmen pastinya di open area,” uja Djoko.
Kemudian untuk survei seismik 3D pada tahun lalu tercatat dilakukan seluas 2.574 km2 dan untuk target tahun 2026 seluas 6.173 km2. Untuk survei seismik 3D open area, tahun lalu samak sekali tidak dilakukan namun unutuk tahun ini targetnya mencapai 9.896 km2. (RI)





Komentar Terbaru