MATARAM – Cerita tentang pembinaan sepak bola usia dini serta pembentukan ekosistem sepak bola profesional di Kabupaten Sumbawa Barat sukses jadi yang terbaik dalam ajang kompetisi jurnalistik Cerita Sasambo 2026 yang digelar PT Amman Mineral (AMMAN).

Artikel berjudul “Dari Lapangan Sumbawa Barat, Menjemput Mimpi di Panggung Sepak Bola” yang ditulis Rio Indrawan sukses menjadi juara I dalam cerita Sasambo 2026 yang mengangkat isu keberlanjutan, dampak sosial, dan lingkungan

Tema tersebut menyoroti pentingnya karya jurnalistik yang membahas aktivitas pertambangan tidak hanya dari sisi produksi dan teknologi, tetapi juga dari aspek lingkungan, kehidupan masyarakat, serta kontribusi industri terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Kompetisi ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong jurnalis menghadirkan pemberitaan yang mendalam, berbasis fakta, dan memberikan perspektif yang lebih luas kepada masyarakat mengenai industri pertambangan.

Cerita Sasambo merupakan kompetisi jurnalistik yang diselenggarakan AMMAN untuk memberikan apresiasi kepada insan pers sekaligus mendorong lahirnya karya jurnalistik berkualitas. Pada 2026, kompetisi ini diperluas ke tingkat nasional, berbeda dari penyelenggaraan perdana pada 2025 yang berfokus di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kompetisi 2026 berlangsung pada 6 Juli hingga 4 September 2026 dan terbuka bagi jurnalis serta media nasional. Terdapat dua kategori utama, yakni media online dan cetak serta media sosial melalui akun resmi media.

Dua tema yang diangkat adalah inovasi dan teknologi dalam operasi pertambangan yang bertanggung jawab, serta keberlanjutan dan dampak sosial bagi masyarakat dan lingkungan. Untuk kategori media online dan cetak, peserta dapat mengirimkan karya berbentuk feature, laporan mendalam, opini, maupun analisis.

Melalui kompetisi ini, AMMAN ingin memperluas pemahaman publik mengenai industri pertambangan, termasuk penerapan teknologi, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah.
Nama Cerita Sasambo sendiri terinspirasi dari tiga kelompok etnis utama di NTB, yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo. Penamaan tersebut mencerminkan upaya mengangkat dinamika dan kisah dari daerah agar dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.