JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan keberhasilan kegiatan intervensi sumur yang mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan oleh PT Pertamina EP Asset 2 Zona 4 di Sumur TMB-028 di Lapangan Limau, Sumatera Selatan. Realisasi produksi minyak di sana tembus menjadi 600 barel minyak per hari (BOPD), atau mencapai 1.456% dari target awal sebesar 40 BOPD.

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa optimalisasi sumur eksisting melalui kegiatan well service menjadi salah satu langkah efektif dalam meningkatkan produksi migas nasional.

“Keberhasilan intervensi Sumur TMB-028 membuktikan bahwa optimalisasi sumur-sumur eksisting masih memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi nasional. Hasil yang mencapai 600 BOPD atau 14 kali di atas target menjadi bukti bahwa kegiatan well service dapat memberikan dampak nyata apabila dieksekusi dengan baik,” kata Djoko dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Kegiatan well service pada Sumur TMB-028 dimulai pada 20 Oktober 2026 dengan pekerjaan berupa reparasi serta stimulasi acidizing, yakni menginjeksikan bahan kimia bersifat asam ke area bawah sumur untuk melarutkan skin, parafin, dan endapan yang menyumbat pori-pori batuan reservoir sehingga aliran minyak kembali lancar menuju lubang sumur.

Produksi tersebut berasal dari Layer B pada interval 1.380,5-1.386,5 meter. Menariknya, setelah pekerjaan selesai, sumur dapat langsung diproduksikan atau put on production (PoP).

Djoko menambahkan keberhasilan tersebut semakin memperkuat daftar sukses kegiatan intervensi sumur di wilayah kerja Pertamina EP Zona 4, khususnya Lapangan Limau.

“Kami berharap produksi dari sumur ini dapat bertahan dalam jangka panjang sehingga menjadi contoh bagi pelaksanaan pekerjaan serupa pada ribuan sumur lain yang memiliki karakteristik permasalahan yang sama. Selain itu, penggunaan bahan kimia produksi dalam negeri juga menjadi nilai tambah dalam mendukung industri nasional,” ujarnya.

Secara operasional, pekerjaan dilakukan menggunakan Rig EPI-08 berkapasitas 350 HP dengan total durasi pengerjaan 10 hari, sesuai rencana.

Dari sisi efisiensi biaya, realisasi pengeluaran hingga pekerjaan berlangsung mencapai sekitar US$96.721,31, atau sekitar 60,06% dari rencana anggaran sebesar US$161.039,60.

Sebelum dilakukan intervensi, Sumur TMB-028 masih berproduksi dari Layer K1 pada interval 1.570-1.573 meter dengan produksi minyak hanya sekitar 10,96 BOPD dan water cut mencapai 98%, sehingga perpindahan produksi ke Layer B melalui stimulasi acidizing menghasilkan lonjakan produksi yang sangat signifikan.