JAKARTA – Artikel berjudul “Elnusa Menjelma Jadi ‘Pemburu’ Cadangan Migas Berbasis Data dan Teknologi” yang dipublikasikan Dunia Energi meraih juara ketiga kategori karya tulis dalam ajang Elnusa Jurnalistik Award (EJA) 2026. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas karya jurnalistik yang mengangkat peran teknologi dan inovasi dalam mendukung industri hulu minyak dan gas bumi (migas).
Elnusa Jurnalistik Award 2026 mengusung tema “57 Years Energizing Growth Through Technology and Innovation”. Ajang ini berlangsung sejak 7 Juli hingga 17 September 2026, dengan melibatkan karya jurnalistik yang mengulas berbagai perkembangan bisnis, operasional, inovasi teknologi, dan keberlanjutan PT Elnusa Tbk.
Salah satu dewan juri EJA 2026 yang juga pengamat energi dari Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menegaskan bahwa proses penjurian dilakukan dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan independensi. Ia bersama dua anggota dewan juri lainnya menandatangani pakta integritas sebelum melakukan penjurian dan penilaian akhir.
“Sebelum melakukan penjurian dan penilaian akhir, kami bertiga menandatangani pakta integritas untuk menegaskan bahwa kami sebagai juri independen, tidak ada kaitan dengan latar belakang para pemenang,” kata Komaidi, Kamis (22/10).
Komaidi menjelaskan, penilaian karya jurnalistik didasarkan pada sejumlah aspek utama, yakni orisinalitas karya, ketajaman analitis, kualitas bahasa, serta kekuatan data dan pesan yang disampaikan. Aspek-aspek tersebut menjadi tolok ukur untuk menilai kualitas dan substansi karya yang berkompetisi.
Adapun untuk kategori karya visual, yang diperkenalkan sebagai kategori baru pada EJA tahun ini, penilaian mencakup kreativitas, kesesuaian dengan tema, estetika, dan kejelasan informasi.
“Khusus untuk karya visual karena tahun ini merupakan kategori baru, aspek penilaiannya mencakup kreativitas, kesesuaian tema, estetika, dan kejelasan informasi,” pungkas Komaidi.
Sementara itu, Jayanty Oktavia Maulina, Senior Manager of Corporate Communication & Relation PT Elnusa Tbk, menjelaskan bahwa selama periode pelaksanaan EJA 2026, tercatat sebanyak 2.163 pemberitaan organik dengan resonansi positif terkait Elnusa. Pemberitaan tersebut mencakup berbagai isu, mulai dari pertumbuhan bisnis dan ekspansi, inovasi teknologi, hingga aspek keberlanjutan atau sustainability.
“Pemberitaan terbanyak sesuai dengan bidang Elnusa, yaitu operation excellence and reliability sebanyak 1.271 berita,” ungkap wanita yang akrab disapa Anti tersebut.
Capaian pemberitaan itu menunjukkan besarnya perhatian media terhadap aktivitas dan kontribusi Elnusa di industri energi nasional. Sebagai perusahaan jasa energi, Elnusa terus mengembangkan kapabilitas teknologi dan layanan untuk mendukung kegiatan hulu migas, termasuk dalam upaya pencarian dan pengembangan cadangan hidrokarbon.
Artikel Dunia Energi yang meraih juara ketiga mengangkat pendekatan berbasis data dan teknologi dalam aktivitas pencarian cadangan migas. Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah tantangan industri hulu migas yang menuntut peningkatan efektivitas eksplorasi, ketepatan pengambilan keputusan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi.
Penggunaan data dan teknologi dalam kegiatan eksplorasi dapat membantu mengidentifikasi potensi sumber daya, mengurangi ketidakpastian, dan mendukung pengambilan keputusan teknis. Inovasi di bidang jasa energi pun menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan efisiensi dan menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Penghargaan EJA 2026 menjadi momentum bagi insan pers untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang informatif, analitis, dan berbasis data dalam mengulas perkembangan industri energi. Bagi Dunia Energi, capaian ini sekaligus memperkuat komitmen untuk menyajikan pemberitaan yang mendalam mengenai inovasi teknologi, dinamika bisnis, serta tantangan pengembangan sektor migas Indonesia.





Komentar Terbaru