JAKARTA – Manuver besar dilakukan Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam. Tiga perusahaan afiliasinya kompak menggadaikan hampir seluruh saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) ke Bank Mandiri untuk modal akuisisi.

Direktur PGUN, Tamlikho, mengonfirmasi ketiga entitas tersebut yakni PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada telah menandatangani perjanjian gadai saham pada 30 September 2026.

“Tujuan transaksi sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan,” kata Tamlikho dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (7/10).

Total saham yang digadaikan mencapai 5,29 miliar lembar atau setara 92,38% dari seluruh saham PGUN.

Rinciannya, PT Araya Agro Lestari milik putri Haji Isam, Liana Saputri, menggadaikan 2,2 miliar lembar (38,44%). Kemudian PT Citra Agro Raya milik putranya, Jhony Saputra, menggadaikan 2,19 miliar lembar (38,25%). Dan PT Baramega Citra Mulia Persada di bawah Grup Jhonlin menggadaikan 900 juta lembar (15,69%).

Jika mengacu harga PGUN di Rp9.750 per lembar pada akhir September 2026, dengan asumsi haircut 50%, aksi korporasi ini berpotensi mengucurkan dana segar jumbo hingga Rp25,7 triliun.

Nilai fantastis tersebut dinilai menjadi amunisi utama Haji Isam di tengah rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong. Dalam perjanjian terbaru, porsi yang akan diambil alih bahkan ditingkatkan menjadi 30,25%.

Aksi gadai saham ini bukan yang pertama. Sebelumnya emiten Haji Isam lainnya, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), juga telah melakukan langkah serupa untuk mendapatkan dana dari perbankan.(RA)