JAKARTA – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menyatakan kesiapannya mengawal arahan strategis Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan energi terbarukan.

Target ambisius 100 Gigawatt (GW) peak pembangkit energi terbarukan dinilai harus segera diterjemahkan dari visi menjadi langkah konkret di lapangan.

“Misi kami mendorong energi terbarukan sebagai pilar ketahanan energi nasional. Arahan Presiden harus bisa ter-share dan ter-realisasi, karena METI mewadahi lebih dari 2.000 anggota dan banyak asosiasi di dalamnya,” ujar Norman Ginting, Ketua METI, saat ditemui di sebuah acara diskusi di Jakarta, Rabu(7/10/2026).

Menurutnya, Indonesia kaya akan potensi energi terbarukan, mulai dari surya, angin, panas bumi (geothermal), hingga mini hydro. Tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi yang selama ini hanya di atas kertas menjadi pembangkit yang benar-benar beroperasi.

“Kita tahu kita kaya, tapi bagaimana kita convert menjadi sesuatu yang bisa direalisasikan. Jadi tidak hanya terus-menerus jadi potensi terus,” tegasnya.

Realisasi energi terbarukan ini diyakini akan memperkuat ketahanan energi, mengurangi beban subsidi, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Konsumsi listrik industri yang tinggi, yang dipasok dari energi bersih, menjadi indikator negara yang industrinya semakin baik.

Selain sektor kelistrikan, METI juga menyoroti percepatan di sektor biofuel. Program biodiesel B50 yang kini didorong, serta program bioetanol E10 yang akan berlaku di 2027 dan berpotensi naik menjadi E20 di 2028, mendapat antusiasme tinggi.

“Teknologi tidak ada yang tidak memungkinkan. Dulu orang menganggap B35 saja ketinggian, ternyata bisa B50. Kita yakin inovasi teknologi akan terus berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan etanol menjadi peluang menarik karena Indonesia memiliki sumber bahan baku yang melimpah dari tebu, jagung, hingga sorgum. Pemanfaatan lahan tidak produktif untuk tanaman energi juga dinilai sebagai solusi agar tidak terjadi deforestasi.

“Kita kaya sumber alam, luas. Bagaimana kita convert ini menjadi sesuatu yang benar-benar terjadi, baik dari sektor listrik maupun biofuel. METI siap terus menggaungkan dan mendorong agar itu betul-betul jadi,” pungkasnya.(RA)