JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi Rp27,37 triliun pada 2027 melanjutkan tren peningkatan pagu anggaran selama Bahlil Lahadalia menjabat sebagai Menteri ESDM. Bahkan di era Ignasius Jonan maupun Arifin Tasrif menjabat sebagai Menteri anggaran Kementerian ESDM sulit bisa tembus lebih dari Rp 10 triliun.

Bahlil mulai menjabat Menteri ESDM pada Agustus 2024. Pada saat itu, Kementerian ESDM masih dalam periode penyusunan anggaran 2025 yang sebelumnya diusulkan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif sebesar Rp9,38 triliun. Angka tersebut sendiri sudah naik dari pagu indikatif awal 2025 sebesar Rp3,91 triliun.

Memasuki 2026, pagu anggaran Kementerian ESDM kembali mengalami peningkatan signifikan. Pagu awal 2026 tercatat sebesar Rp8,12 triliun. Dalam pembahasan bersama DPR, anggaran tersebut kemudian meningkat menjadi Rp21,67 triliun atau bertambah sekitar Rp13,55 triliun. Tambahan tersebut antara lain diarahkan untuk pembangunan jaringan gas kota, eksplorasi migas dan batubara, serta pembangunan listrik desa.

Realisasi anggaran 2025 mencapai Rp13,19 triliun atau 91,32% dari pagu sebesar Rp14,44 triliun. Penyerapan anggaran tersebut turut mendukung sejumlah capaian sektor ESDM, termasuk lifting minyak 2025 sebesar 605,3 ribu barel per hari yang melampaui target 605 ribu barel per hari.

Untuk 2027, anggaran kembali meningkat menjadi Rp27,37 triliun. Dengan demikian, dibandingkan pagu definitif 2026 sebesar Rp21,67 triliun, terjadi kenaikan sekitar Rp5,71 triliun atau 26,4%.

Kenaikan anggaran tersebut juga diikuti perubahan orientasi belanja yang lebih besar pada pembangunan infrastruktur dan program yang menyentuh langsung masyarakat. Dari total anggaran 2027, sekitar 82% atau Rp22,51 triliun diarahkan untuk program strategis dan pembangunan infrastruktur.

Sejumlah program yang menjadi fokus antara lain pembangunan jaringan gas rumah tangga, pipa transmisi gas, listrik desa, bantuan pasang baru listrik, serta berbagai program energi baru dan terbarukan.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp5,21 triliun untuk pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 959.232 sambungan rumah pada 2027. Program tersebut menjadi salah satu pos terbesar dalam belanja infrastruktur sektor migas.

Selain jargas, Kementerian ESDM melanjutkan pembangunan sejumlah proyek pipa transmisi gas. Pipa gas Dumai-Sei Mangkei (Dusem) mendapatkan alokasi Rp3,95 triliun.

Kemudian, pipa transmisi Semarang-Solo-Jogja dialokasikan Rp702,38 miliar, sementara pipa gas Cirebon-Bandung mendapat anggaran Rp577,56 miliar.

Pembangunan jaringan pipa dan jargas ditujukan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di dalam negeri, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.

Di sektor ketenagalistrikan, pemerintah menyiapkan anggaran Rp9,67 triliun untuk pembangunan infrastruktur listrik desa di 1.250 lokasi.

Kementerian ESDM juga mengalokasikan Rp593,18 miliar untuk program BPBL bagi 250.000 rumah tangga.

Untuk pengembangan energi bersih, pemerintah menganggarkan Rp58,58 miliar untuk pembangunan tiga unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Sementara program kompor listrik mendapatkan anggaran Rp815,56 miliar. Pemerintah juga menyiapkan Rp635,24 miliar untuk program konversi 63.000 unit sepeda motor listrik.