JAKARTA — Di tengah keterbatasan dalam menyediakan energi untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, Desa Uma Palak Lestari, yang terletak di kawasan Munduk Uma Palak, Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, telah mengalami transformasi besar berkat dukungan PT Pertamina (Persero).
Berkat program Desa Energi Berdikari (DEB) yang digagas Pertamina Patra Niaga DPPU Ngurah Rai, banyak perubahan positif terjadi. Dengan mengedepankan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), Pertamina memperkenalkan teknologi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan mikrohidro dengan kapasitas 21 kWp yang digunakan untuk menggerakkan sistem irigasi pertanian. Inovasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan energi desa, tetapi juga mendukung ekowisata berkelanjutan.
Sistem irigasi berbasis energi terbarukan ini mampu mengairi 103 hektare lahan sawah secara berkelanjutan. Dengan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), sistem irigasi dapat secara otomatis mendeteksi dan menyalurkan air ke sawah yang membutuhkan, mengurangi ketergantungan pada sumber mata air yang terletak jauh dari lokasi pertanian. Hasilnya, produksi padi meningkat signifikan, dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare per tahun. Peningkatan ini mendukung tercapainya swasembada pangan di desa tersebut.
Selain di bidang pertanian, pertumbuhan ekonomi desa semakin didorong oleh sektor ekowisata. Kolam yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan pertanian kini dikembangkan menjadi area pemancingan, menarik wisatawan untuk menikmati keindahan alam desa.
Untuk mendukung ini, Pertamina bersama masyarakat setempat membangun berbagai fasilitas wisata, termasuk ruang terbuka hijau, jogging track, camping ground, dan kafe di rest area. Setiap tahun, desa ini kini menarik sekitar 72 ribu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi banyak pihak yang ingin belajar tentang pengembangan energi terbarukan dan desa wisata.
Dari sisi lingkungan, keberhasilan Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari juga memberi dampak positif dalam pengurangan emisi karbon. Setiap tahunnya, desa ini berhasil mengurangi emisi sebesar 27,3 ton CO2 equivalent berkat penggunaan energi terbarukan.

“Dari sinilah kita bisa klaim Uma Palak Lestari sudah membangun ekosistem yang lebih berkelanjutan. Dengan ini kita menguatkan swasembada pangan, swasembada energi,” kata I Wayan Rudiasa, Local Hero Uma Palak Lestari, saat ditemui di Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026, di Grha Pertamina Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Pertamina terus mendukung pengembangan sektor pertanian melalui edukasi penggunaan pupuk organik, yang pada tahun 2023 telah diterapkan di 5 hektare lahan pertanian. Hasil penjualan padi yang menggunakan pupuk organik ini bahkan mampu menghasilkan omzet sebesar Rp476 juta per tahun.
Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), Pertamina tidak hanya mengenalkan energi terbarukan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan energi tersebut secara produktif.
Program Desa Energi Berdikari merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), serta aspirasi Net Zero Emission 2060 melalui pemberdayaan masyarakat berbasis energi terbarukan.(RA)




Komentar Terbaru