JAKARTA – Pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi untuk mendukung pencapaian target dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga 2034.

Pemerintah mempercepat lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang sebelumnya dicicil setiap tahun kini ada 14 wilayah yang ditawarkan kepada para calon pengembang.

Total potensi cadangan dari 14 wilayah tersebut mencapai sekitar 732 megawatt (MW) tersebar di 11 provinsi, dengan konsentrasi terbesar di Jawa Timur sebanyak empat wilayah kerja dan Jawa Barat sebanyak dua wilayah kerja.

Eniya Listiyani Dewi Direktur Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kemenhub ESDM, menyatakan 14 wilayah ditawarkan sekaligus karena kebutuhan listrik yang mendesak di berbagai wilayah. “Karena kebutuhan listrik itu urgent sekarang Sumatera sangat kekurangan, Sulawesi kekurangan, Jawa aja digoyang sedikit kemarin langsung woi macam-macam kan. Nah ini berarti perlu listrik yang base load, perlu listrik yang stabil,” kata Eniya di Jakarta pada Kamis (20/8).

Adapun WKP yang dilelang antara lain Sembalun di Nusa Tenggara Barat dengan cadangan 11 MW, Guci di Jawa Tengah sebesar 20 MW, Suwawa di Gorontalo sebesar 20 MW, serta Gunung Ciremai di Jawa Barat dengan cadangan 40 MW.

Selanjutnya terdapat Marana di Sulawesi Tengah dengan cadangan 28 MW, Gunung Pandan di Jawa Timur sebesar 30 MW, Sipoholon Ria-Ria di Sumatera Utara sebesar 35 MW, dan Gunung Endut di Banten sebesar 38 MW.

Lalu ada Songgoriti di Jawa Timur memiliki cadangan 40 MW, Danau Ranau di Lampung dan Sumatera Selatan sebesar 42 MW, serta Gunung Wilis di Jawa Timur sebesar 50 MW.

Dua wilayah kerja dengan cadangan terbesar dalam daftar tersebut adalah Lainea di Sulawesi Tenggara dengan potensi 68 MW dan Gunung Galunggung di Jawa Barat dengan 125 MW. Gunung Hyang Argopuro di Jawa Timur menjadi wilayah dengan cadangan terbesar, yakni mencapai 185 MW.

Sementara untuk target kapasitas pembangkit atau target Commercial Operation Date (COD) untuk sejumlah proyek. Di antaranya Sembalun sebesar 10 MW dengan target COD 2033, Guci 20 MW pada 2033, Gunung Ciremai 25 MW pada 2033, Gunung Pandan 60 MW pada 2032, Gunung Endut 35 MW pada 2033, Songeorit 40 MW pada 2033, Danau Ranau 40 MW pada 2033, Gunung Wilis 40 MW pada 2033, Gunung Galunggung 110 MW pada 2033, serta Gunung Iyang Argopuro 55 MW pada 2033.