LUWUK – PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menyatakan kesiapannya untuk memasok kebutuhan gas domestik yang terus meningkat. Sejak tahun 2024 DSLNG sudah memasok kebutuhan gas ke domestik melalui PGN. Saat itu baru satu kargo yang dikirim. Kemudian meningkat pada tahun 2025 menjadi delapan kargo kemudian meningkat drastis menjadi 15 kargo tahun 2026.

Sugianto Darsani, Plant Deputy Manager PT DSLNG, mengungkapkan hingga kini kemampuan pasokan DSLNG sangat baik apalagi ke domestik. Sejauh ini PGN baru menyerap enam kargo LNG. Sisanya diperkirakan akan terserap pada akhir tahun ini.

“Dari 15 (kargo) tadi, baru enam kargo. Jadi nanti sembilan di akhir-akhir nanti ngambilnya banyak,” kata Sugianto di fasilitas kilang LNG DSLNG pada Senin (17/8).

DSLNG sendiri sebenarnya memiliki kontrak jangka panjang hingga tahun 2027 nanti dengan para konsumennya dari luar negeri yakni Kyushu, JERA dan Kogas. Menurut Sugianto manajemen DSLNG harus melakukan negosiasi dengan para pembeli gas tersebut untuk memastikan kebutuhan domestik bisa terpenuhi.

Negosiasi sukses tanpa mewajibkan DSLNG membayarkan denda atau pinalti karena kargo LNG-nya dialihkan ke pasar domestik.

“Karena kita dengan long term itu kan sampai 2027, kemudian ada perubahan, ya alhamdulillah manajemen kita bisa menjelaskanlah, memberi penjelasan terhadap pembeli long term, kan memang kalau sudah peraturan pemerintah,” ungkap Sugianto.

LNG yang diproduksi DSLNG berasal dari gas bumi yang dipasok dari Lapangan Senoro serta Lapangan Donggi dan Matindok.

Pasokan dari Lapangan Senoro mencapai 317 MMSCFD dan dikelola melalui Joint Operating Body (JOB) yang terdiri atas PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd.

Sementara Lapangan Donggi dan Matindok memasok sekitar 85 MMSCFD. Pasokan tersebut dikelola oleh PT Pertamina EP melalui Proyek Pengembangan Gas Matindok. Gas dari kedua sumber tersebut kemudian dialirkan melalui pipa bawah tanah menuju fasilitas pengolahan LNG DSLNG di Desa Uso, Kecamatan Batui.

DSLNG pada tahun ini menargetkan bisa produksi 41 kargo LNG dimana hingga awal Agustus realisasinya mencapai 28 kargo. (RI)