JAKARTA – Mubadala Energy Memperoleh hak pengelolaan Wilayah Kerja atau blok Eksplorasi Southwest Andaman, Semakin Memperkuat Posisi di Laut Andaman. Perolehan sebagai operator dengan kepesertaan 100% ini semakin mengukuhkan posisi Mubadala Energy sebagai perusahaan eksplorasi dan operator terdepan di salah satu cekungan gas laut dalam yang paling berkembang di Asia Tenggara. Blok Southwest Andaman merupakan bagian dari lelang wilayah kerja minyak dan gas bumi tahap II tahun 2025. Mubadala Energy akan memegang 100% hak partisipasi sekaligus menjadi operator Wilayah Kerja tersebut.

Berada berdampingan dengan Wilayah Kerja Mubadala Energy di Andaman, Wilayah Kerja Southwest Andaman menjadi tambahan strategis bagi portofolio perusahaan yang juga mencakup Wilayah Kerja South Andaman, Central Andaman, dan Andaman II. Perolehan ini merupakan hasil perjalanan teknis dan komersial yang panjang sejak peluang Southwest Andaman pertama kali diidentifikasi pada tahun 2022.

Joint Study Agreement (JSA) disepakati pada 2023 dan diselesaikan pada November 2024, diikuti dengan pengajuan penawaran pada November 2025. Upaya ini menegaskan pendekatan cepat Mubadala Energy, serta komitmen perusahaan dalam membangun posisi terdepan di cekungan ini.

Mansoor Mohamed Al Hamed, Managing Director and Chief Executive Officer of Mubadala Energy, menyampaikan Perolehan Wilayah Kerja Southwest Andaman ini menjadi bukti keyakinan teknis tim kami, keahlian eksplorasi laut dalam, serta semangat pertumbuhan perusahaan. “Kami memiliki pemahaman mendalam terhadap cekungan Andaman, dan perolehan ini memperkuat rangkaian temuan strategis multi-TCF kami di Layaran, Tangkulo, dan Timpan. Kami berkomitmen penuh untuk membuka potensi gas di kawasan ini yang sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan serta mendukung prioritas ketahanan energi Indonesia,” kata Mansoor dalam keterangannya, Kamis (26/3).

Secara geologi, Southwest Andaman merupakan kelanjutan alami dari Bampo DHI play yang telah terbukti, yang juga menjadi dasar keberhasilan pengeboran terakhir perusahaan, termasuk temuan besar di sumur Layaran1 dan Tangkulo1 di South Andaman. Di area ini, Mubadala Energy terus menunjukkan kemajuan menuju target gas pertama sebelum akhir 2028.

Abdulla Bu Ali, President Director of Mubadala Energy Indonesia, menambahkan perolehan ini menjadi langkah penting lainnya dalam perjalanan kami di Andaman dan mencerminkan kepercayaan berkelanjutan Pemerintah Indonesia kepada Mubadala Energy sebagai mitra jangka panjang yang berkomitmen. “Southwest Andaman merupakan tambahan yang sangat strategis bagi wilayah inti Andaman kami, dan kami optimis terhadap potensi yang dimilikinya. Seiring berjalannya program kerja, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Ditjen MIGAS, SKK Migas, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memaksimalkan manfaat Wilayah Kerja ini bagi masa depan energi Indonesia dan komunitas tempat kami beroperasi,” jelas Abdulla.

Pengeboran eksplorasi pertama di Southwest Andaman diharapkan dapat dilaksanakan pada fase eksplorasi kedua (tahun keempat hingga keenam). Pelaksanaannya akan direncanakan setelah akuisisi dan interpretasi penuh atas data seismik 3D terbaru, sesuai komitmen KKS serta sejalan dengan kegiatan Mubadala Energy di portofolio Andaman.

Portofolio Andaman Mubadala Energy kini mencakup lima Wilayah Kerja yaitu South Andaman, Central Andaman, Andaman I, Andaman II, dan Southwest Andaman, yang secara keseluruhan menempatkan Mubadala Energy sebagai perusahaan eksplorasi terbesar dan paling aktif di cekungan tersebut, dengan sumber daya multiTCF yang telah ditemukan serta prospek eksplorasi berkualitas tinggi yang terus berkembang.