JAKARTA – Warga kesulitan untuk membeli BBM jenis solar di sepanjang jalur Sumatera pada masa lebaran ini. Padahal PT Pertamina (Persero) dan pemerintah sudah sering memastikan ketersediaan stok dan pasokan yang ada dalam kondisi aman.

Novita Intan Kholiq, salah satu pemudik asal Jakarta menuturkan kesulitan untuk membeli BBM di SPBU Pertamina makin terasa saat memasuki wilayah jalur Sumatera. Dia menceritakan tidak menemukan solar jenis apapun baik yang sunsidi maupun non subsidi di SPBU Pertamina di sepanjang jalur Palembang, Sumatera Selatan hingga Bangko di Jambi.

Menurut dia, solar hanya bisa didapatkan dari para pedagang eceran di pinggir jalan dan informasi dari para pedagang solar banyak diborong oleh para penambang.

“Sebagai pengguna solar nggak ada tuh bahan bakar itu dari Palembang sampai Bangko. Kata (pedagang) eceran itu dibeli sama pihak tambang. Parahnya giliran solar ada, yang antri mobil-mobil jelek dan isinya dirijen semua,” ungkap Intan kepada Dunia Energi, Senin (16/3).

Intan menuturkan karena sulit mendapatkan solar di SPBU resmi dia tidak punya pilihan selain membeli di pedagang eceran tentu dengan harga solar yang jauh melambung tinggi. “Harga beda-beda, Mulai dari Rp 85.000 – Ro 100.000 per 10 liter,” ungkap Intan.

Saat dikonfirmasi, pihak PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan tidak ada kelangkaan BBM , yang ada hanyalah dari sisi pengawasan.

Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama PPN, menegaskan Pertamina sudah menggunakan sistem subsidi tepat yang nanti bisa diketahui nomor polisi kendaraan yang bisa saja membeli solar berkali-kali.

“Terkait Sumatra itu berarti tidak langka. Berarti ini masalah pengawasan. Nanti kita akan telaah di dalam subsidi tepat ini kita bisa melakukan profiling. Nanti ini sebagai masukan kepada kami. Kami akan profiling nomor kendaraan yang sekiranya melakukan transaksi tidak wajar baik secara volume maupun frekuensinya, mungkin dia bolak-balik sehari bisa 2-3 kali,” jelas Ega.

Selain itu Pertamina kata dia akan segera berkoordinasi dengan pemangku kepentingan setempat. Baik itu aparat pendekah hukum maupun pemda bersama-sama Pertamina nanti melakukan pengawasan pengetatan di area jalur Sumatera.

“Ini sebagai masukan kepada kami. Karena kalau tadi disampaikan bahwa di pengecer tersedia nah ini mungkin dari sisi pengawasannya yang akan kita tingkatkan,” tegas Ega.