JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) akhirnya melaksanakan groundbreaking pembangunan pipa gas bumi West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun; Amdal, Tie in Agreement, Asuransi dan seluruh perijinan dapat diselesaikan dalam rangka pembangunan pipa gas bumi WNTS–Pulau Pemping.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan proyek ini menjadi bagian penting dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik untuk mendukung ketahanan energi nasional, Investasi Pipa kurang lebih Rp1 Triliun dikerjakan 100% oleh tenaga kerja dalam negeri serta menyerap ratusan tenaga kerja, sekaligus menambah pertumbuhan ekonomi nasional.
“Insya Allah dalam empat bulan kedepan Pembangunan selesai dan untuk pertama kalinya dalam sejarah kemerdekaan NKRI gas dari laut Natuna yg sdh lama sekali puluhan tahun pergi merantau ke negeri seberang Singapura gak pernah pulang, segera akan pulang kampung ke ibu pertiwi setelah pipa selesai terbangun,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Rabu (11/2).
Adapun kemampuan pipa wnts-pemping dapat mengalirkan gas sekitar 300 MMscfd, sehingga dapat mengalirkan 111 MMscfd gas dari lapangan Duyung KKKS Conrad Petroleum dan DMO Gas 40 MMscfd dari Medco Natuna; Konsorsium KKKS Harbour, Petronas, Kuffec, Pertamina & PTT Thailand serta KKKS Start Energi Natuna dan seluruh gas dari Laut Natuna jika kontrak penjualan gas ke singapura tidak diperpanjang dimana proges saat ini sudah mencapai 27.62%
“Pembangunan infrastruktur pipa gas ini menunjukkan sinergi yang kuat antara industri hulu migas dan sektor kelistrikan dalam memastikan pemanfaatan gas bumi secara optimal bagi kebutuhan dalam negeri. SKK Migas mendukung upaya percepatan proyek strategis yang mampu meningkatkan nilai tambah gas bumi nasional,” ujar Djoko.
Sementara itu, Rakhmad Dewanto, Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia menambahkan bahwa pembangunan pipa gas ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan energi bagi pembangkit listrik di Batam serta mendukung efisiensi biaya energi jangka panjang.
“Pemanfaatan gas bumi melalui infrastruktur yang andal akan memperkuat sistem kelistrikan sekaligus mendukung transisi energi menuju energi yang lebih bersih dan efisien,” ujarnya.
Pembangunan pipa gas bumi WNTS–Pulau Pemping diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi wilayah Batam dan Kepulauan Riau serta Sumatera sampai Jawa, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat dan sektor industri serta mewujudkan asta cita Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kemandirian ketahanan dan kedaulatan energi khususnya gas bumi. (RI)





Komentar Terbaru