JAKARTA – MIND ID melalui para anggotanya PT INALUM dan PT ANTAM Tbk memulai konstruksi proyek pemurnian bauksit – alumina atau Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase II dan smelter aluminium di Mempawah,Kalimantan Barat.
Peningkatan nilai tambah dari proyek ini diklaim mencapai 70 kali lipat, dari bauksit menjadi alumina dan aluminium. Hal ini didasari dari harga bauksit mentah berada dikisaran US$40 per metrik ton, meningkat menjadi sekitar US$400 per metrik ton setelah diolah menjadi alumina dan kembali melonjak hinga sekitar US$2.800 – US$3.000 per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium.
Maroef Sjamsoeddin, Direktur Utama MIND ID, mengatakan proyek ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan produksi aluminium dari dalam negeri yang semakin kuat, serta menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu mengurangi ketergantungan impor aluminium.
Menurutnya hadirnya fasilitas ini dapat menurunkan tingkat ketergantungan impor dan akan berdampak pada peningkatan cadangan devisa. Saat smelter aluminium baru beroperasi, diperkirakan cadangan devisa naik 394% dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun. Di samping itu, para pelaku industri manufaktur akan mendapat kepastian bahan baku dari dalam negeri.
“Proyek ini adalah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara pada sektor mineral, demi peradaban masa depan Indonesia,” kata Maroef dalam keterangannya, Jumat malam (6/2).
Untuk smelter aluminium total investasi yang harus digelontorkan mencapai US$2,4 miliar dan SGAR fase II sebesar US$890 juta.
MIND ID bakal menyediakan pasokan listrik untuk menunjang operasional kedua pabrik baru yang sedang dibangun. Rencananya pembangkit listrik yang akan dipilih kemungkinan besar adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara karena dinilai paling terjangkau dari sisi bahan baku energi. PT Bukit Asam ditugaskan untuk membangun PLTU yang nantinya akan memiliki kapasitas mencapai 1.250 Megawatt (MW).





Komentar Terbaru