JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan ikut membangun Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) diluar pembangunan yang sudah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Jargas menggunakan dana internal PGN akan dibangun secara bertahap dengan jumlah total 500 ribu sambungan rumah tangga.

Gigih Prakoso, Direktur Utama PGN, mengatakan tahun ini sudah masuk dalam rencana pembangunan jargas PGN, kemungkinan besar pembangunan dimulai pada 2020. “PGN start mungkin sekitar 500 ribu sambungan,” kata Gigih di Jakarta, Rabu (7/8).

Rencananya pembangunan jargas akan dilakukan dalam waktu maksimal tiga tahun ke depan atau selesai pada 2021. Beberapa skema kerja sama sudah dipertimbangkan manajemen PGN. Jadi tidak hanya mengandalkan APBN,  tapi skema kerja sama untuk mendapatkan pendanaan pembangunan jargas juga sudah disiapkan, seperti  Kerja Pemerintah Badan Usaha (KPBU), lalu dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan skema Build and Rent. Bahkan perusahaaan asing juga sudah menyatakan minat untuk membangun jargas.  PGN akan menggunakan sistem klasterisasi. Jadi ada pembangunan dengan APBN tanpa adanya keuntungan kemudian ada juga pembangunan jargas komersial.

Pada 2020, PGN sebagai subholding gas telah mendapatkan penugasan pembangunan jargas sebanyak 293.533 Sambungan Rumah Tangga (SR) di 54 kabupaten dan kota. Jumlah tersebut sangat besar dibanding dengan jumlah sambungan rumah tangga yang berhasil dibangun selama 2009 hingga 2018 yaitu sebanyak 325.852 SR di 16 provinsi,, yang meliputi 40 kabupaten dan kota.

PGN telah melaksanakan penyusunan FEED (Front End Engineering Design)-DEDC (Detail Engineering Design Construction) yang ditargetkan selesai pada Oktober 2019.(RI)