MUSI BANYUASIN – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), menutup tahun 2025 dengan rampungnya Sumur PPC-01 di Struktur Padang Pancuran dengan produksi melampaui target.

Sumur eksplorasi PPC-01 yang berada di Struktur Padang Pancuran, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan salah satu temuan strategis PHE Jambi Merang. Setelah memperoleh persetujuan Put on Production (POP) dan Penentuan Status Eksplorasi (PSE) dari SKK Migas pada Maret 2025, sumur ini ditargetkan berproduksi awal sebesar 400 barel per hari (bph). Hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi PPC-01 tercatat mencapai 451,42 bph, atau melampaui target awal.

Yuliot Tanjung, Wamen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi. “Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari peningkatan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak,” kata Yuliot dalam keterangannya, Rabu (31/12).

“SKK Migas terus mendorong percepatan produksi migas nasional melalui pengawasan yang intensif dan pendampingan teknis kepada KKKS. Keberhasilan PPC-01 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid mampu menghasilkan tambahan produksi yang nyata,” kata Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas.

Awang Lazuardi, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, menegaskan komitmen PHE untuk terus meningkatkan produksi migas nasional pada 2026 melalui percepatan sejumlah proyek on stream di berbagai wilayah kerja. “Pada 2026, PHE menargetkan on stream sejumlah proyek di PHM, ONWJ, PHR WK Rokan, hingga Astrea. Kami menjalankan dua strategi utama, yakni eksplorasi di sekitar fasilitas produksi yang sudah ada dan eksplorasi frontier. Sumur PPC-01 ini merupakan contoh keberhasilan eksplorasi yang dekat dengan fasilitas,” jelas Awang.

Di hadapan jajaran Kementerian ESDM dan SKK Migas, Awang menegaskan pentingnya keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam seluruh aktivitas hulu migas. “Keselamatan harus selalu diutamakan. Setiap pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas apabila dinilai tidak aman,” tegasnya.

Struktur Padang Pancuran diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan lifting minyak nasional.