JAKARTA – Kegiatan pengeboran sumur pengembangan di wilayah lepas pantai Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mencatatkan capaian penting bagi industri hulu migas nasional. Sumur UPA-17ST yang dioperasikan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SAKA Energi Indonesia Pangkah Ltd berhasil mencapai kedalaman pengeboran yang disebut sebagai yang terdalam yang pernah dilakukan di wilayah offshore Indonesia.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan bahwa kegiatan pengeboran sumur pengembangan tersebut memberikan hasil yang menggembirakan dan berpotensi mendukung peningkatan produksi migas nasional.

“Alhamdulilah, hasil kegiatan pengeboran pengembangan Sumur UPA-17ST oleh KKKS SAKA Energi Indonesia Pangkah Ltd, hasilnya bagus,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Sabtu (7/3).

Sumur UPA-17ST dibor di lapangan lepas pantai Ujungpangkah menggunakan rig COSL SinoOcean Peace sejak 12 Oktober 2025. Setelah kegiatan pengeboran selesai, operator melanjutkan pekerjaan tahap completion, yaitu menyiapkan instrumen dan peralatan produksi di dalam sumur hingga ke kepala sumur yang berada di anjungan lepas pantai.

Berbeda dengan praktik umum yang menggunakan jack-up rig pada tahap ini, pekerjaan completion dilakukan menggunakan Accommodation & Working Barge (AWB) Logindo Radiance.

Secara teknis, sumur UPA-17ST memiliki profil pengeboran yang menantang. Sumur ini merupakan sumur dengan deviasi tinggi dengan inklinasi mencapai 83 derajat. Pengeboran berhasil mencapai kedalaman 12.724 ftMD, yang disebut sebagai pengeboran terdalam yang pernah dilakukan di offshore Indonesia.

Sumur tersebut menembus Formasi Tuban Carbonate serta mencapai Formasi Kujung I yang menjadi target reservoir utama pada lapangan tersebut.

Djoko menjelaskan bahwa saat ini sumur tersebut tengah menjalani tahap uji alir produksi atau well testing untuk mengetahui potensi produksi yang dapat dihasilkan.

“Per 5 Maret 2026, sumur sedang menjalani tahap uji alir produksi (well testing) dengan hasil sementara menunjukkan hasil produksi gas sebesar 1,7 juta standard cubic feet per day (MMscfd) dan minyak sebesar 1.786 BOPD, Wellhead Pressure (WHP) 485 psi di choke 60/64,” ujar Djoko.

Tahapan berikutnya adalah melanjutkan sumur ke fase produksi untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas nasional.

Keberhasilan pengeboran Sumur UPA-17ST ini sekaligus menunjukkan komitmen SAKA Energi Indonesia Pangkah Ltd dalam mengoptimalkan potensi sumber daya migas di wilayah offshore Indonesia.

Djoko juga berharap performa produksi sumur ini dapat bertahan dalam jangka panjang sehingga memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap lifting migas nasional. (RI)