JAKARTA – Sumur masyarakat yang dikerjasamakan pengelolaannya bersama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bakal punya peran kunci untuk mengejar produksi minyak pada tahun ini. Masalah yang terjadi di pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) langsung berikan dampak ke produksi minyak blok Rokan yang merupakan salah satu kontributor terbesar minyak nasional.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menegaskan peran sumur masyarakat semakin besar dalam produksi minyak nasional dengan terganggunya produksi Rokan dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk menutupi gap akibat kekurangan produksi minyak dari Rokan di awal tahun ini, sumur masyarakat bakal jadi andalan.Menurut Djoko sumur-sumur minyak masyarakat harus segera onstream. “Percepat semua sumur masyarakat onstream,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Kamis (22/1).

Saat ini untuk bisa mempercepat onstream pekerjaan rumahnya adalah merampungkan berbagai syarat administrasi. “Pertamina dan Ditjen Migas harus segera kerja keras lembur sabtu minggu bersama KKKS dan SKK Migas, juga koperasinya , UMKM-nya dan BUMD-nya selesaikan administrasinya,” jelas Djoko.

Produksi minyak blok Rokan memang anjlok cukup signifikan dengan ketiadaan gas yang dipasok untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di blok Rokan. Padahal pembangkit listrik itu untuk menggerakan ribuan pompa angguk yang ada di Rokan.

Berdasarkan informasi yang diterima Dunia Energi rata-rata produksi minyak Rokan sejak awal Januari 2026 hanya berkisar antara 60 ribu-70 ribuan barel per hari padahal dalam kondisi normal bisa mencapai 150 ribuan per hari.

Sementara itu Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan sebenarnya gas sudah mulai mengalir sekitar dua hari lalu tapi dengan tekanan yang terbatas dan dalam tahap uji coba keandalan pipa.

Pemulihan produksi minyak blok Rokan berlangsung secara bertahap karena gas yang mengalir juga bertahap. “Ya kan pengirimannya (gas) bertahap, tentu di sana juga pemulihannya (produksi minyak) bertahap juga,” ungkap Laode.