JAKARTA — Kabar baik datang dari pengeboran sumur pengembangan KRG-038 yang dioperasikan PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Region 1 Zona 4) dengan capaian produksi awal sebesar 133 barel minyak per hari (BPH).

“Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 2 (PHR Region 1 Zona 4) telah melakukan tajak sumur pengeboran KRG-PE2 menjadi sumur pengembangan KRG-038 pada 7 Februari 2026 dan per tanggal 10 Maret 2026 mulai melakukan uji produksi pada lapisan TAF-C3 interval 1402–1406 mMD, TAF-D2 interval 1415–1418 mMD, dan D1 interval 1407–1409 mMD dengan hasil sementara dapat mencapai initial produksi 133 BOPD,” ujar Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Selasa (24/3).

Secara geografis, struktur Karangan berada sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Kota Prabumulih. Target utama pengeboran sumur ini adalah lapisan TAF-C3, dengan target tambahan pada lapisan TAF-D1 dan TAF-D2.

Dari sisi operasional, sumur KRG-038 dibor secara directional (J-Type) menggunakan Rig ACS#21 berkapasitas 750 HP hingga kedalaman akhir 1.640 mMD dengan tiga trayek. Pengeboran diselesaikan dalam waktu total 31 hari, sedikit lebih lama dari rencana awal 27,4 hari, hingga masuk tahap uji produksi.

Adapun estimasi biaya yang telah dikeluarkan mencapai US$3,68 juta atau sekitar 85,01% dari AFE original tiga trayek yang telah disetujui SKK Migas.

Ke depan, operator akan melanjutkan uji produksi sebelum sumur dialirkan pada laju optimal guna menjaga kualitas reservoir. Ia juga berharap dukungan agar sumur tersebut dapat segera berproduksi secara penuh dan berkontribusi pada peningkatan lifting migas nasional.

“Operasional berikutnya adalah melanjutkan uji produksi dan kemudian dialirkan dengan rate yang optimum untuk menjaga kualitas reservoir,”kata Djoko. (RI)