PEKANBARU – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merampungkan uji produksi pertama dari sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sumur migas tersebut mampu menghasilkan hingga 1.274 barel minyak per hari (bph) pada awal 2026.
Pencapaian ini tergolong istimewa karena hasil produksi menunjukkan angka 0% Water Cut, yang artinya hidrokarbon yang keluar dari perut bumi tersebut murni minyak tanpa tercampur air. PHR menerapkan strategi teknis yang presisi dan inovatif untuk memaksimalkan potensi di lapisan Top Menggala pada kedalaman 5.680 kaki dan dengan maksimal permeabilitas (perm) 2.2 Darcy.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan keberhasilan pengeboran infill di Sumur Libo SE#86 dengan hasil uji produksi 1.274 BOPD atau sekitar 13 kali dari target menunjukkan bahwa potensi blok Rokan masih sangat baik.
“Dari Target produksi 98 bph, Alhamdulilah berkat doa Bapak Ibu semua didapatlan hasil test 1275 bph atau 13 kali lebih besar dan kita berharap produksi nya nanti bisa stabil di 500 bph, 5 kali kali lebih besar dari target untuk waktu yang cukup lama,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Rabu (18/2).
Lebih lanjut, Sjoko menuturkan Inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi di sumur LIBO # 86 adalah antara lain selective perforation, menambahkan gas handling berupa Advanced Gas Handler (AGH) di pompa bawah permukaan dan Gas Separator di fasilitas permukaan untuk memastikan aliran minyak tetap stabil meskipun terdapat kandungan gas (gassy condition) dan Gas separator di ESP nya.
“Selanjutnya masih ada emlat sumur lagi yang akan dilakukan infill drilling di area tersebut. Mohon doa Insya Allah semuanya good news,” ujar Djoko.





Komentar Terbaru