JAKARTA – Intervensi melalui pengaktifan lagi sumur yang telah “tidur” kembali tunjukkan hasil positif. Satuan Kejar Khusus Pelaksana Kegiatan Ushaa Hulu Migas (SKK Migas) mencatatkan keberhasilan kegiatan well intervention pada sumur LBK-29 yang dioperasikan PT Pertamina EP Asset 2 (PEP Zona 4). Sumur yang berada di Lapangan Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan tersebut sebelumnya dalam kondisi tidak berproduksi (idle).

“Alhamdulillah, PT Pertamina EP Asset 2 (PEP Zona 4) telah berhasil menyelesaikan kegiatan well intervention pada sumur LBK-29,” ujar Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas dalam keterangannya yang diterima Dunia Energi, Minggu (29/3).

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan intervensi, sumur LBK-29 berada dalam kondisi shut in karena tidak lagi mampu mengalir secara natural flow. Berdasarkan data terakhir sebelum berhenti berproduksi, sumur tersebut sempat mencatatkan produksi sebesar 205 barel minyak per hari (BPH).

Kegiatan intervensi dilakukan selama enam hari, dimulai pada 19 Maret 2026 dan selesai pada 24 Maret 2026. Pekerjaan dilakukan menggunakan unit Rig PDSI#24.1 (400 HP), dengan pemasangan pompa listrik bawah permukaan atau Electric Submersible Pump (ESP) pada lapisan TAF-J2 di kedalaman 2.023–2.026 meter measured depth (mMD).

“Berdasarkan hasil uji produksi pasca-pekerjaan, sumur LBK-29 mencatatkan laju alir awal sebesar 420 BPH,” kata Djoko.

Dari sisi biaya, realisasi kegiatan tercatat sebesar US$82.824 atau sekitar 99% dari rencana anggaran yang disetujui SKK Migas sebesar US$83.432. Dengan demikian, program ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga berada di bawah estimasi biaya.

Djoko menambahkan, peningkatan produksi dari sumur LBK-29 diharapkan dapat memperkuat profil produksi minyak di wilayah kerja PEP Zona 4, khususnya di Lapangan Prabumulih.

“Program well intervention pada sumur LBK-29 telah terlaksana sesuai dengan jadwal operasional dan di bawah estimasi biaya yang direncanakan. Mohon doa agar produksi dapat bertahan cukup lama dan tidak terjadi water coning,” ujar Djoko.