JAKARTA – Rencana pemerintah yang bakal stop ekspor timah diperuntukan untuk bisa mendorong industri panel surya dalam negeri.
Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, timah memiliki peran penting sebagai salah satu material penunjang dalam produksi solar panel yang saat ini mulai berkembang.
“Untuk timah, yang pertama kan kita juga mendorong, ini ada industri barang modal, terutama solar panel diproduksi dalam negeri. Ini kan sudah ada beberapa industri solar panel yang ada di dalam negeri, dan juga ini akan memanfaatkan timah juga sebagai salah satu faktor penunjang produksinya. Jadi harapannya ke depan yang untuk timah itu justru ini bisa dimanfaatkan secara maksimal di industri di dalam negeri,” ujar Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (27/2).
Ia menjelaskan, penguatan industri panel surya sejalan dengan agenda transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Dengan meningkatnya kapasitas produksi modul surya domestik, kebutuhan material pendukung seperti timah juga akan tumbuh.
Selain sektor energi surya, pemerintah juga menyiapkan hilirisasi timah untuk mendukung pengembangan industri elektronik dan semikonduktor yang menjadi prioritas nasional.
“Kemudian juga ada pengembangan industri elektronik, semikonduktor yang menjadi prioritas dan juga di dalam ART kan juga termasuk bagian semikonduktor itu kan juga akan kita kembangkan. Ya berarti ini kan juga pemanfaatan secara maksimal dalam negeri,” katanya.
Menurut Yuliot, optimalisasi pemanfaatan timah di dalam negeri akan memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan ekspor bahan mentah. Kebijakan penataan sektor pertambangan, termasuk rencana penghentian ekspor timah mentah, diarahkan untuk memastikan pasokan bahan baku tersedia bagi industri nasional.
Hilirisasi timah tidak hanya berhenti pada logam utamanya, tetapi juga mencakup pengolahan mineral ikutan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“kami mengharapkan itu nanti juga bagian yang bisa logam tanah jarang yang ada di situ, ya kemudian kritikal mineral juga ada di situ, bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri di dalam negeri,” jelas Yuliot. (RI)



Komentar Terbaru