JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat keandalan distribusi energi nasional melalui digitalisasi sistem monitoring armada kapal berbasis teknologi Smartship. Saat ini, sebanyak 70 kapal milik Pertamina Patra Niaga telah terintegrasi dalam sistem tersebut, sehingga memungkinkan pemantauan operasional kapal secara real-time dari pusat monitoring di darat.

Arif Yunianto, Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga mengatakan digitalisasi monitoring armada menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga keandalan distribusi energi ke berbagai wilayah Indonesia.

“Pemanfaatan sistem monitoring terintegrasi memungkinkan kami memantau pergerakan kapal, kondisi operasional, hingga faktor eksternal seperti cuaca secara real-time. Hal ini membantu memastikan armada dapat beroperasi lebih efisien sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi nasional,” kata Arif di Jakarta, Selasa (17/3).

Sistem Smartship merupakan sensor berbasis Internet of Things (IoT) yang dipasang pada kapal untuk mengirimkan data operasional secara berkelanjutan ke pusat monitoring. Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat memantau berbagai parameter operasional kapal, mulai dari posisi dan rute pelayaran, kondisi cuaca, hingga indikator operasional seperti slow speed yang berpengaruh terhadap efisiensi pelayaran.

Dari total 70 kapal yang telah terintegrasi, sebanyak 22 kapal di antaranya telah dilengkapi teknologi monitoring yang lebih canggih sehingga mampu memantau data operasional secara lebih komprehensif, mulai dari navigasi kapal, performa mesin, hingga aktivitas kargo dan bunker. Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus menambah jumlah kapal yang dilengkapi teknologi tersebut.

Arif menjelaskan selain meningkatkan visibilitas operasional, data yang dihasilkan dari sistem monitoring juga dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan preventive maintenance. “Sehingga potensi gangguan operasional dapat diidentifikasi dan diantisipasi lebih dini,” kata dia.

Di sisi lain, kapal-kapal yang terintegrasi juga memanfaatkan platform ShipManager dari DNV, salah satu classification society terkemuka dunia. Platform ini mendukung pengelolaan operasional kapal melalui berbagai modul utama seperti Technical (Planned Maintenance System), HSSE, Procurement, dan Crewing.

Integrasi teknologi digital, sensor kapal, konektivitas, serta pengolahan data berbasis cloud memungkinkan aktivitas operasional armada dipantau melalui dashboard operasional di darat secara lebih menyeluruh.

Dalam mendukung kelancaran distribusi energi nasional, kapal-kapal tersebut juga menjadi bagian dari 345 kapal yang disiagakan Pertamina Patra Niaga dalam operasional Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, guna memastikan distribusi BBM dan LPG dapat terus berjalan aman, andal, dan tepat waktu di berbagai wilayah Indonesia.