JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) berencana untuk menugaskan Pertamina dan Petronas sebagai mitra dari Inpex Masela Ltd untuk secara khusus mencari pembeli LNG gas Masela. Hal ini penting untuk mengejar proses pengembangan proyek Abadi Masela karena untuk mengembangkan gas harus terlebih dulu dipastikan pembelinya.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menjelaskan Pertamina dan Petronas akan diminta untuk mencari pembeli gas, terutama untuk LNG, karena sampai sekarang belum ada kepastian pembeli LNG , padahal alokasi gas dalam bentuk LNG yang dicanangkan dalam Rencana Pengembangan atau Plan of Development (POD) mencapai 9,5 Juta Metrik Ton per Annum (MTPA).

“Kami berharap juga Inpex untuk segera memasarkan LNG-nya dan segera PJBG (Perjanjian Jual Beli Gas) dengan domestik. Kalau kesulitan, kami akan menugaskan Pertamina untuk menjual LNG-nya,” kata Djoko disela rapat bersama Satgas Percepatan Proyek Strategis Nasional, di Kementerian Keuangan, Selasa (24/2).

Menurut Djoko, Pertamina dan Petronas yang masing-masing punya Participating Interest (PI) 20% dan 15% juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong percepatan proyek Masela. Salah satunya dengan terlibat dalam pencarian pembeli gas sebelum pengerjaan fisik ataupun kegiatan operasional berlangsung.

“Kalau nggak diajak ngomong sama Inpex, udah tugasnya nanti dari SKK Migas jual LNG-nya aja sebelum ada kegiatan sama Petronas,” ujar Djoko.

Sementara untuk gas pipa yang volumenya disiapkan sebesar 150 ribu MMscfd nasibnya masih lebih baik karena sudah ada beberapa perjanjian sebelumnya dengan PT PGN Tbk serta PLN.