JAKARTA – Kegiatan perawatan sumur (well service/WS) yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) pada Sumur Banyu Urip A07 menunjukkan hasil positif yang cukup signifikan. Intervensi berupa water shut-off (WSO) dan stimulasi acidizing berhasil meningkatkan produksi minyak.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menjelaskan kegiatan WSO dilakukan menggunakan metode pemasangan bridge plug serta stimulasi sumur re-perforation yang dilanjutkan dengan pemompaan acidizing (zat asam) untuk menghambat atau menghentikan aliran air yang terproduksi, sehingga yang keluar adalah minyak.

Seluruh operasi well service Sumur A07 dinyatakan selesai pada Februari 2026. Setelah pelaksanaan pekerjaan WSO dan stimulasi acidizing, dilakukan uji produksi untuk mengevaluasi kinerja sumur pasca-intervensi.

“Hasilnya menunjukkan capaian kenaikan produksi dari produksi awal 4.800 barel per hari (bph) menjadi 12.300 bph. Terjadi kenaikan produksi sebesar 7.500 bph, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 1.000 bph,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Senin (2/3).

Menurut Djoko, peningkatan produksi ini mengindikasikan keberhasilan metode intervensi teknologi acidizing (penggunaan zat asam kimia) dalam menghambat keluarnya air dan mengoptimalkan kinerja sumur.

Secara operasional, seluruh pekerjaan dilaksanakan tanpa menggunakan rig (rigless operation) dengan memanfaatkan unit wireline sehingga kegiatan dapat dilakukan lebih efisien. Dari aspek biaya, realisasi pengeluaran tercatat sekitar 57 persen dari total anggaran yang telah disetujui oleh SKK Migas, mencerminkan efisiensi dalam pelaksanaan program kerja.

Djoko berharap keberhasilan pelaksanaan pekerjaan pada Sumur Banyu Urip A07 dapat bertahan dalam jangka panjang dan menjadi referensi teknis dalam pelaksanaan program perawatan sumur WSO dan gas shut-off (GSO) pada kandidat sumur lainnya.

“Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan produksi dan penambahan cadangan migas nasional untuk mengejar target produksi nasional tahun 2026 sebesar 610.000 bph,” ujarnya. (RI)