JAKARTA — Kegiatan eksplorasi yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ENI West Ganal berhasil menemukan potensi gas baru melalui pengeboran sumur eksplorasi Maha-3 di wilayah laut Kalimantan Timur.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menyatakan kegiatan eksplorasi sudah selesai dan akan dilanjutkan untuk mempersiapkan tahapan produksi gas.
Djoko berharap seluruh proses persiapan produksi sumur Maha-3 dapat berjalan lancar hingga siap berproduksi sesuai target.
“Kami mohon doa agar persiapan produksi sumur Maha-3 dapat berjalan lancar hingga diproduksikan dengan target onstream pada bulan Oktober 2026,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Senin (9/3).
Djoko menjelaskan sumur tersebut menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan dengan potensi produksi sekitar 100 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
“KKKS ENI West Ganal berhasil menemukan gas melalui pemboran eksplorasi sumur Maha-3 dengan potensi produksi sekitar ±100 MMSCFD di laut Kalimantan Timur,” ujar Djoko kepada Dunia Energi (9/3).
Djoko menjelaskan pemboran sumur Maha-3 dilaksanakan pada 30 Desember 2025 dan dinyatakan selesai pada 15 Januari 2026. Sumur tersebut dibor hingga kedalaman 2.952 meter measured depth (MD) atau 2.603 meter true vertical depth (TVD) dengan target pada lapisan T91.
Berdasarkan hasil evaluasi awal, lapisan reservoir memiliki ketebalan sekitar 8,7 meter dengan tekanan reservoir mencapai 3.654 psi. Selain itu, batuan reservoir memiliki permeabilitas rata-rata sebesar 230 miliDarcy yang menunjukkan kemampuan batuan cukup baik dalam mengalirkan fluida hidrokarbon. Formasi batuan yang menjadi target pengeboran ini diperkirakan berumur Pliosen.
Djoko menjelaskan bahwa pengetesan produksi gas dari sumur tersebut dilakukan menggunakan teknologi XDT-DTT sehingga tidak diperlukan pembakaran gas di platform anjungan lepas pantai.
“Pengetesan produksi gas menggunakan teknologi XDT-DTT sehingga tidak diperlukan pembakaran gas di platform anjungan lepas pantai, sehingga lebih aman dan tidak ada gas yang terbuang,” katanya.
Saat ini sumur Maha-3 masih dalam tahap komplesi atau pemasangan peralatan produksi sebelum memasuki tahap produksi.
Menurut Djoko, produksi dari sumur Maha-3 nantinya akan berperan sebagai substitusi terhadap sumur lain di Lapangan Maha yang produksinya mulai mengalami penurunan. Dengan tambahan produksi tersebut, diharapkan tingkat produksi lapangan dapat dipertahankan bahkan meningkat.
“Produksi dari sumur Maha-3 ini sebagai substitusi produksi sumur lainnya yang mengalami penurunan sehingga produksi Lapangan Maha dapat dipertahankan. Bahkan mulai Oktober produksi diproyeksikan naik dan dapat menyuplai gas ke Kilang LNG Bontang,” ujar Djoko.



Komentar Terbaru