JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berhasil mengoptimalkan penempatan dana Abandonment and Site Restoration (ASR) yang tersimpan di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sehingga menghasilkan tambahan pendapatan sekitar US$10 juta.

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas mengatakan optimalisasi tersebut dilakukan sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar dana ASR yang tersimpan dapat dimaksimalkan manfaatnya.

“SKK Migas telah melakukan negosiasi dengan lima Bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI, dan BTN. Dari hasil negosiasi tersebut, terdapat tambahan pendapatan jasa giro sekitar USD 10 juta,” jata Djoko kepada Dunia Energi, Kamis (5/2).

Djoko menjelaskan, pada 3 Februari 2026 telah dilakukan penandatanganan amandemen perjanjian rekening bersama (PRB) dana ASR antara pimpinan tertinggi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), direktur utama Bank Himbara, dan SKK Migas.

Saat ini, total dana ASR yang tersimpan pada rekening bersama KKKS dan SKK Migas di lima Bank Himbara tersebut mencapai sekitar $US3,3 miliar. Dana ASR merupakan kewajiban KKKS untuk pemulihan lingkungan pascaoperasi hulu migas.

“Sebanyak 80 dokumen amandemen PRB dana ASR telah disusun, dan 73 di antaranya sudah ditandatangani secara sirkuler,” kata Djoko.

Ia menambahkan, optimalisasi dilakukan melalui penyesuaian tarif jasa giro yang berhasil dinegosiasikan dari sebelumnya berbasis LPS dikurangi 0,1% dan variasi SOFR, menjadi satu tarif tunggal yakni LPS ditambah 0,75%.

“Dengan skema ini, peningkatan jasa giro diperkirakan mencapai USD 10 juta per 31 Desember 2025 dan diprediksi akan meningkat lebih lanjut pada 2026 seiring bertambahnya setoran dana cadangan ASR,” ujarnya.

Ke depan, SKK Migas bersama KKKS akan membentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas perubahan suku bunga yang relevan dengan perkembangan sektor keuangan. (RI)