JAKARTA – Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi terutama LPG yang masih banyak diimpor dan terkena imbas akibat perang di timur tengah. Baru-baru ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) memimpin langsung negosiasi untuk bisa mendapatkan pasokan LPG dari Inpex Corporation yang mengolah cadangan gas di Australia.

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, mengungkapkan bahwa kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh petinggi Inpex di Jepang. “Kami juga telah menerima tembusan surat dari CEO Inpex bahwa, Inpex bersedia mengirim cargo cargo LPG dari Produksi Inpex di Australia untuk Indonesia,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Rabu (8/4).

Menurut dia Inpex bersedia untuk mengirimkan beberapa kargo LNG kepaa Pertamina. Mengenai detail pengiriman dan lainnya akan dibahas lebih lanjut bersama dengan Pertamina. Djoko menuturkan kedua perusahaan bakal bertemu untuk membahas kesepakatan jual beli tersebut.

“Inpex bilang ada beberapa corgo, pertamina berharap 2-3 cargo, mereka lagi mau duduk bareng nego harga dan prosedure pengiriman,” ungkap Djoko.

Selama ini sebagian besar LPG diimpor Pertamina dari timur tengah namun perang yang berkecamuk antara Iran dan Amerika Serikat – Israel mengakibatkan terputusnya jalur distribusi migas di selat Hormuz, Iran.

Pemerintah menyatakan tengah mencari sumber pasokan selain dari timur tengah. Jika memang Inpex bersedia tentu menjadi angin segar mengingat untuk jarak pengiriman saja tidak terlalu jauh dari Indonesia otomatis harga atau ongkos kirimnya juga diharapkan menjadi lebih efisien.

Inpex merupakan operator proyek Ichthys LNG di lepas pantai Australia Barat dan Darwin. Proyek ini memproduksi LNG, kondensat, dan gas lainnya. Lapangan Ichthys, yang terletak sekitar 220 km lepas pantai Australia Barat, memproses gas melalui pipa sepanjang 890 km ke fasilitas pengolahan di dekat Darwin.

Sementara di Indonesia, Inpex menggarap lapangan Abadi Masela bersama dengan mitranya yakni Pertamina dan Petronas. (RI)