JAKARTA – ENI kontraktor migas asal Italia yang menggarap proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) atau migas laut dalam siap menggelontorkan dana mencapai US$150 juta untuk melakukan perbaikan kilang LNG Badak di Bontang, Kalimantan Timur.

Kebutuhan akan fasilitas LNG yang mendesak membuat ENI memilih untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada ketimbang membangun fasilitas baru meskipun masih harus mengeluarkan ongkos perbaikan.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), menjelaskan rencana penggunaan fasilitas kilang Badak sudah jadi pertimbangan pada awal ENI mulai mengambil alih IDD dari Chevron beberapa tahun lalu. Langkah itu dinilai sangat efektif karena bisa meningkatkan efisiensi, apalagi beberapa proyek ENI juga berada di sekitar Kutai Basin yang masih berdekatan dengan kilang Badak.

“ENI itu perlu LNG plan. Sudah ada tapi sudah agak rusak bekas dulu, bekas punya PT Badak. Nah ENI akan investasi memperbaiki US$150 juta,” kata Djoko disela rapat dengan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan sekaligus ketua tim satgas Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP), Selasa (24/2).

Selanjutnya, Menteri ESDM sendiri menurut Djoko sudah memberikan lampu hijau agar ENI bisa memanfaatkan fasilitas Badak tersebut dengan mempertimbangkan kondisi kilang serta penerimaan negara dari biaya sewa.

LMAN sebagai pengelola fasilitas kilang Badak mematok harga sewa atau fee sewa sebesar US$0,22 sen. Jika ENI tetap dikenakan biaya sewa secara full atau harga normal maka negara nantinya justru harus membayar cost recovery yang besar kepada ENI.

Menurut Djoko langkah tersebut kurang bijak karena mengharuskan negara membayar Cost Recovery kepada ENI untuk perbaikan kilang LNG dan biaya sewa kilang LNG. Sehingga diambil jalan tengah ENI mendapatkan diskon biaya sewa namun biaya sewa tidak akan di cost recovery.

“Kita sudah berhasil nego sama ENI, oke nggak usah dikos-rekafri, aset milik PT Badak. Tapi sewanya dikurangin 75% supaya impas. Supaya kita nggak bayar cost recovery, dikasih diskon Pak, bayarnya 25% saja. Daripada negara nggak dapat apa-apa. Ini kan barang rongsok juga, nggak dipakai (kilang LNG-nya selama ini),” jela Djoko.

Gas dari proyek IDD nantinya yang akan memanfaatkan fasilitas kilang Badak. Persiapan proyek IDD South Hub Gendalo – Gandang saat ini sudah memasuki tahap akhir dan rencananya akan segera ditetapkan Final Investment Decision (FID). “ENI itu mungkin minggu depan sudah tanda tangan FID-nya,” kata Djoko. (RI)