JAKARTA – Kabar baik kembali datang dari sumur migas idle yang dieksekusi oleh PT Energi Mega Persada (EMP) Bentu Ltd di sumur Bentu-2 di Lapangan Bentu, Riau.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan KKKS PT EMP Bentu Ltd berhasil mengaktifkan kembali Sumur Bentu-2 melalui pekerjaan perawatan sumur (well service) yang mencakup perforasi baru dan recompletion. Sumur tersebut sebelumnya dalam kondisi shut in atau tidak berproduksi.

“Alhamdulillah, kabar baik dari idle well KKKS PT EMP Bentu Ltd yang telah melaksanakan pekerjaan well service pada Sumur Bentu-2 yang sebelumnya shut in,” ujar Djoko kepada Dunia Energi, Jumat (20/3).

Ia menjelaskan, pekerjaan meliputi perforasi baru, yakni penembakan lubang baru pada sumur bor ke lapisan reservoir di bawah perforasi lama, serta pekerjaan recompletion untuk mengoptimalkan aliran hidrokarbon.

Djoko menjelaskan kegiatan well service dimulai pada 18 Februari 2026 dan selesai pada 11 Maret 2026. Sumur ini berlokasi di Lapangan Bentu, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Setelah dilakukan perforasi pada interval Lower Binio 5a (2104–2112 ftMD) dan pemasangan completion, dilakukan uji alir (flow test). Hasilnya menunjukkan produksi gas mencapai 4,6 MMSCFD, melampaui target awal sebesar 3,2 MMSCFD.

“Capaian produksi hasil flow test sebesar 4,6 MMSCFD ini melebihi target yang ditetapkan,” kata Djoko.

Secara operasional, pekerjaan dilakukan menggunakan Rig Arjuna-2 (550 HP) dengan total durasi 22 hari. Estimasi biaya yang telah dikeluarkan sebesar US$ 984.865 atau sekitar 71% dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui SKK Migas.

Saat ini, KKKS tengah menyelesaikan penyambungan pipa baru dari sumur ke fasilitas produksi eksisting. Proses tersebut berjalan paralel dengan pengajuan persetujuan Put on Stream (PIS) beserta pembiayaannya kepada SKK Migas.

Djoko berharap tambahan produksi dari sumur ini dapat mendukung pencapaian target lifting migas nasional pada 2026. “Mohon doa agar upaya ini dapat membantu mengejar target lifting kita pada tahun 2026,” ujarnya. (RI)