JAKARTA – Suasana Idulfitri yang identik dengan kebersamaan keluarga, namun ratusan Pelaut Pertamina Patra Niaga tetap menjalankan tugas di laut untuk memastikan penyaluran energi nasional berjalan lancar.

Captain Arendra, pelaut yang bertugas di Kapal Pertamina Gas 2 sudah tiga kali merayakan Idulfitri di tengah lautan. Ia mengaku, momen Idulfitri menjadi saat yang paling berat karena harus berjauhan dengan keluarga, terutama istri dan anaknya.

“Kalau sudah takbir berkumandang, itu momen yang paling terasa. Biasanya berkumpul bersama keluarga, sekarang hanya bisa melalui video call. Tapi ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kami, demi memastikan energi tetap sampai ke masyarakat,” ujar Arendra, Sabtu (21/3).

Kisah serupa juga dirasakan oleh Captain Basuki, salah satu pelaut yang turut bertugas menjaga kelancaran distribusi energi di laut. Bagi Basuki, Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menjalankan amanah untuk memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat di seluruh penjuru negeri.

“Walaupun tidak bisa berkumpul dengan keluarga, kami di kapal sudah seperti keluarga kedua. Kami saling menguatkan dan tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ada kebanggaan tersendiri saat saya dan awak kapal Pertamina Gas 1 karena bisa tetap berkontribusi untuk masyarakat di momen penting seperti ini,” cerita Basuki.

Meski jauh dari keluarga, suasana Idulfitri tetap terasa hangat di atas kapal. Para pelaut melaksanakan salat Idulfitri bersama di dek kapal dan berbagi hidangan sederhana, memperkuat kebersamaan antar kru di tengah keterbatasan.

Momen saling bermaafan berlangsung penuh makna. Di tengah rasa rindu terhadap keluarga di rumah, para pelaut tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Peran pelaut menjadi krusial dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional, khususnya pada periode Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan peningkatan konsumsi energi. Melalui jalur distribusi berbasis laut, energi disalurkan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah yang bergantung pada akses maritim.

Pada periode Idulfitri 1447 H ini, lebih dari 345 armada kapal Pertamina Patra Niaga bersiaga penuh untuk memastikan pasokan energi tetap aman dan terjaga. Para pelaut menjadi garda terdepan dalam rantai distribusi tersebut, memastikan energi tersedia tepat waktu di seluruh Indonesia.

Dedikasi para pelaut ini menjadi pengingat bahwa di balik kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idulfitri, terdapat peran penting insan yang tetap bertugas tanpa henti.