JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan bisa melakukan tahap groundbreaking proyek hilirisasi Demithyl Ether (DME) pada tahun ini meskipun proses pemilihan mitra hingga kini masih berlangsung, sementara untuk persiapan lainnya sudah selesai.

Turino Yulianto, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA mengungkapkan mulai dari cadangan hingga wilayah yang akan menjadi lokasi proyek juga sudah disiapkan.

“Kita studi sudah banyak, sudah lama. Nah ini pemerintah ingin mengakselerasi itu, jadi paralel sambil kita cari mitra, skenario pendanaan yang lagi disusun Danantara, kita lakukan groundbreaking untuk percepatan prosesnya aja. Insya Allah groundbreaking tahun ini, tahun ini secepatnya mulai,” kata Turino ditemui saat konferensi pers paparan kinerja PTBA, Senin (6/4).

Dia menuturkan kerjasama dengan Pertamina sebagai offtaker DME juga sudah dikunci dan sedang dimatangkan oleh Danantara. Sementara untuk pembangunan fisik pabrik DME sendiri menurut Turino memakan waktu paling cepat tiga tahun. Nantinya PTBA akakn memproduksi lebih dari 1 juta ton DME setiap tahun. “Kami akan start dengan 1,4 juta ton DME per tahun,” ujar Turino.

Optimisme PTBA dalam mengembangkan DME tidak lepas dari proyeksi pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan. Sepanjang tahun lalu saja perusahaan berhasil menggenjot produksi di tengah tertekannya harga batu bara.

Realisasi produksi tahun lalu tercatat sebesar 47,9 juta ton atau tumbuh 9% dibandingkan tahun 2024. Sementara penjualan juga meningkat sekitar 6% menjadi 45,4 juta ton. Dari realisasi produksi tersebut sebanyak 54% dialokasikan untuk menu kebutuhan batu bara domestik sementara sisanya 46% dialokasikan untuk pasar ekspor.  (RI)