JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan mulai melakukan pengerjaan fisik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Mempawah pada awal tahun depan atau tahun 2027. PLTU ini sendiri merupakan bagian dari komplek hilirisasi bauksit yang digarap PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM).
Turino Yulianto, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, mengungkapkan saat ini manajemen tengah memilih mitra. Dia menuturkan proyek PLTU di Mempawah mendapatkan perhatian dari beberapa invenstor mulai dari Cina, Korea Selatan hingga Jepang.
“Kami lagi proses mitra-mitra sudah diundang ada dari Cina, Korea Selatan dan Jepang. Mitra lokal juga minat investasi,” kata Turino dalam sesi konferensi pers kinerja PTBA tahun 2025 di Jakarta, Senin (6/4).
Lebih lanjut menurutnya tahap persiapan setelah dilakukan ground breaking pada Februari 2026 terus dilakukan agar pada awal tahun depan proses pengerjaan fisik bisa dilakukan. Untuk proses pemilihan mitra hingga ke keputusan investasi atau Final Investment Decision (FID) harus ditetapkan tahun ini.”Awal 2027 sudah mulai pembangunan fisik,” tegas Turino.
Pembangunan PLTU di Mempawah jadi salah satu prioritas PTBA sekarang karena bisa memastikan keberlanjutan perusahaan paling tidak hingga 30 tahun ke depan.
Menurut Turino, dari sisi strategi keberadaan PLTU Mempawah jadi kunci keberlanjutan perusahaan dengan sudah dipastikannya pasar batu bara hingga 30 tahun ke depan.
“Untuk di Mempawah, kami lock market batu bara, 6,9 juta ton per tahun. Kita lock selama 30 tahun. ke depan batu bara kita pastikan marketnya selama 30 tahun,” jelas Turino.



Komentar Terbaru