JAKARTA — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dari aspek keselamatan, operasi, lingkungan, dan tata kelola perusahaan.

Sunaryanto, Direktur Utama PHI memaparkan kinerja perusahaan pada aspek keselamatan, operasi dan produksi, finansial, human capital, dan program pemberdayaan masyarakat yang dicapai sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan bahwa keselamatan senantiasa menjadi fondasi utama dalam seluruh aktivitas perusahaan.

“Kita mencatatkan kinerja keselamatan yang baik. Saya tegaskan, tidak ada target produksi yang lebih penting dari keselamatan. Tahun 2026, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja,” ujar Anto, sapaan akrab Sunaryanto dalam keterangannya (26/1).

Di aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE), Perusahaan berhasil mencatatkan 41,8 juta jam kerja selamat, dengan NoA 0 dan TRIR 0,12. Sedangkan pada aspek lingkungan, Perusahaan meraih tujuh kandidat rating Hijau dan empat rating Biru pada PROPER 2025. Dari sisi operasi, kinerja produksi dan lifting minyak maupun berhasil melampaui target yang ditetapkan, sekaligus mencerminkan efektivitas perencanaan, kinerja operasi, dan kuatnya kolaborasi lintas fungsi di Perusahaan.

Pada kinerja eksplorasi, Perusahaan mencapai target 100% melalui pengeboran sumur SBKD-001, MDP-1X, dan SS-123, dengan seluruh sumur eksplorasi mencatatkan discovery. Hasil di atas target juga dicatatkan oleh jumlah pengeboran sumur pengembangan, work over dan well service. Dampaknya terlihat pada peningkatan cadangan 1P dan 2C di atas target.

Anto mengapresiasi seluruh pekerja atas dedikasi dan ketangguhan dalam menjaga keandalan operasi di tengah kompleksitas lapangan tua (mature).

“Produksi migas tetap terjaga, fasilitas berjalan andal, dan pasokan energi dari Kalimantan terus mengalir karena kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab seluruh Perwira. Ini bukan hasil kerja satu orang atau satu fungsi, tetapi kerja kolektif seluruh elemen organisasi dan pekerja,” jelasnya.

Memasuki 2026, Anto menegaskan kembali komitmen PHI untuk terus mengedepankan keselamatan, profitable investment, dan tata kelola yang kuat sebagai fondasi keberlanjutan, sejalan dengan semangat “10 Years Stronger” dan visi PHI untuk terus mendukung ketahanan energi nasional pada dekade-dekade mendatang.

Sementara itu, Meidawati, Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menjelaskan rasa syukur atas kinerja Perusahaan dan peringatan 10 tahun perjalanan PHI yang penuh makna dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Ia mengatakan, satu dekade ini adalah perjalanan panjang yang diwarnai oleh kerja keras, kolaborasi, dan prestasi bersama seluruh pekerja. “Pada hari ini kita bersyukur kepada Allah Swt. karena PHI telah genap berusia 10 tahun. Ini adalah perjalanan prestasi yang tidak singkat, dan semua capaian ini merupakan hasil dari komunikasi dan kerja sama yang baik seluruh pihak,” ujarnya.

Meidawati juga menyampaikan apresiasi atas berbagai pencapaian sepanjang tahun 2025. Menurutnya, PHI berhasil menorehkan kinerja positif yang patut dibanggakan, khususnya pada aspek produksi migas. “Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian kinerja produksi minyak dan gas yang melampaui target RKAP atau Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan,” katanya.

Terkait aspek HSSE, Meidawati menyampaikan bahwa kinerja keselamatan di lingkungan Perusahaan terus terjaga dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat keandalan aset dan pengamanan area operasi agar seluruh aktivitas berjalan semakin aman dan andal. “Saya tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa budaya keselamatan harus terus disosialisasikan dan benar-benar dipahami serta dilaksanakan, mulai dari pimpinan tertinggi hingga para frontliner di lapangan,” tegasnya.

Ia berharap momentum ulang tahun ke-10 ini menjadi penguat semangat seluruh insan PHI untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga keselamatan kerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi ketahanan energi Indonesia. (RI)