BLORA — Produksi minyak dari sumur masyarakat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dipersiapkan untuk memasok Kilang Cepu sebagai bagian dari upaya peningkatan lifting nasional dan penguatan ketahanan energi.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi langsung terhadap produksi sumur masyarakat yang dinilai memiliki potensi signifikan.
“Kami baru saja selesai mengunjungi langsung di lapangan produksi dari sumur masyarakatnya di Desa Pluntungan, Blora, Jateng, yang jumlah sumur masyarakatnya dilaporkan sebanyak 1.200 sumur, dan sekaligus menyaksikan penandatanganan antara Koperasi Blora dan penambang serta kepala desa sebagai syarat administrasi yang diminta oleh Pertamina, sekaligus verifikasi aktual di lapangan,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Jumat (27/3).
Menurut Djoko, potensi pasokan dari sumur masyarakat di Blora dan wilayah lain di Jawa Tengah cukup besar dan dapat mendukung kebutuhan bahan baku kilang Cepu.
“Tambahan minyak mentah yang diminta BPSDM sangat tersedia, khususnya yang berasal dari sumur masyarakat dari Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Blora dan Kendal, yang dapat berproduksi sekitar 2.000 barel per hari (bph),” ujarnya.
SKK Migas bersama pemangku kepentingan juga tengah mendorong percepatan proses administrasi agar minyak dari sumur masyarakat dapat segera diserap oleh industri. Djoko optimistis baik Pertamina, SKK Migas, Ditjen Migas, dan KESDM dapat segera memproses dokumen untuk mendapat persetujuan dari Bapak Menteri dan selanjutnya kontrak antara Pertamina dan koperasi.
“Sehingga minyak dari sumur masyarakat ini yang sudah siap dalam kontainer dapat segera dikirim ke Pertamina, yang selanjutnya dapat diolah di Kilang Cepu pada kesempatan pertama, sehingga lifting minyak pun dapat bertambah untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi impor crude dan BBM,” jelasnya.
Selain verifikasi produksi, SKK Migas juga melakukan pengujian kualitas minyak guna memastikan kesesuaian dengan spesifikasi kilang.
“Dapat kami laporkan bahwa minyak dari sumur masyarakat ini secara fisik terlihat kualitasnya bagus dan pernah diolah di Kilang Cepu, yang berarti sudah memenuhi spesifikasi, namun kami juga mengambil dua sampel minyak untuk dicek di laboratorium,” kata Djoko.
Lebih lanjut, SKK Migas akan melanjutkan verifikasi di wilayah Kendal untuk memastikan kesiapan rantai pasok sebelum pengiriman dilakukan.
“Selanjutnya pada Jumat, 27 Maret 2026, kami akan melihat secara langsung juga minyak yang sudah siap dikirim ke Pertamina dan melakukan verifikasi sumur masyarakat serta menyaksikan penandatanganan antara BKU dengan perwakilan penambang di Kendal, Jateng,” ujarnya.



Komentar Terbaru