CILEGON — PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan operasional PLTU Suralaya melalui pengawasan pelaksanaan Overhaul (OH) Unit 7. Pengawasan ini memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan dijalankan berdasarkan komitmen 5ON PLN Indonesia Power: On Safety, On Quality, On Time, On Cost, dan On Scope guna mendukung kesiapan operasi pembangkit secara andal.

M. Hanafi Nur Rifai, Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power, melakukan peninjauan langsung ke Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya dalam memastikan keselarasan antara perencanaan pemeliharaan, pelaksanaan pekerjaan lapangan, dan target keandalan pembangkit.

Manajemen memastikan bahwa seluruh tahapan overhaul Unit 7 PLTU Suralaya dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan kerja, kualitas hasil pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, efisiensi biaya, serta kesesuaian ruang lingkup pekerjaan. Pengendalian risiko operasional menjadi perhatian utama mengingat kompleksitas pekerjaan overhaul dan perannya yang strategis dalam menjaga performa pembangkit.

Hanafi memastikan penerapan komitmen 5ON secara konsisten menjadi kunci keberhasilan pekerjaan pemeliharaan pembangkit.

“PLN Indonesia Power memastikan seluruh tahapan overhaul Unit 7 PLTU Suralaya dijalankan berdasarkan komitmen 5ON, khususnya On Safety sebagai prioritas utama. Dengan pengendalian yang baik, pekerjaan overhaul dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran sehingga unit siap beroperasi secara andal,” ujar Hanafi dalam keterangan yang dikutip Selasa (27/1).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan overhaul tidak hanya berdampak pada keandalan unit, tetapi juga pada kontinuitas pasokan listrik secara keseluruhan.

“Overhaul merupakan bagian strategis dalam menjaga performa pembangkit. Dengan mengedepankan keselamatan, kualitas, dan disiplin eksekusi, kami memastikan PLTU Suralaya tetap menjadi tulang punggung sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui pengawasan ini, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya K3, disiplin penerapan 5ON, serta sinergi antarunit kerja sebagai fondasi dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional, khususnya di wilayah sistem Jawa-Bali. (RI)