JAKARTA – PLN Indonesia Power (PLN IP) mendukung transisi energi bersih nasional melalui pengembangan ekosistem hidrogen hijau yang juga ditunjukkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 5–15 Februari 2026 lalu. Partisipasi ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkenalkan pemanfaatan hidrogen sebagai energi masa depan sektor transportasi sekaligus mendorong industri otomotif berkelanjutan di Indonesia.
PLN Indonesia Power kembali menampilkan mobil Green Hydrogen kepada publik sebagai wujud konsistensi perusahaan dalam mengembangkan teknologi energi ramah lingkungan.
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju era yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“IIMS menjadi wadah strategis untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat. Kami mendorong inovasi kendaraan berbasis energi bersih, termasuk hidrogen, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam pengembangan industri otomotif ramah lingkungan,” ujar Agus dikutip Sabtu (28/2).
Bernardus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power menegaskan bahwa pengembangan green hydrogen merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mempercepat transformasi energi nasional.
“PLN Indonesia Power tidak hanya fokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi energi bersih masa depan. Pengembangan green hydrogen menjadi salah satu pilar penting kami dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan industri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik,” ujar Bernadus.
Selain mobil Green Hydrogen , PLN Indonesia Power juga menampilkan inovasi dan produk pengembangan energi bersih lainnya, antara lain dummy Hydrogen Refueling Station (HRS) dan Solar PV. Kehadiran inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan ramah lingkungan yang terintegrasi dari sisi produksi energi hingga infrastruktur pengisian.
Dukungan terhadap pengembangan ekosistem ini juga terlihat melalui kunjungan Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) Adi Priyanto ke booth PLN Group di IIMS 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan transisi energi bersih di sektor transportasi.
Sementara itu, Dindi Wahyu Aldio, Officer Generation and Project Technology Development PLN Indonesia Power disela Talkshow PLN Mobile di PLN Mobile Booth memaparkan peran strategis hidrogen dalam menurunkan emisi karbon global.
Dindi menjelaskan bahwa sektor transportasi menyumbang sekitar seperempat emisi karbon dunia sehingga membutuhkan inovasi berkelanjutan. Hidrogen dinilai sebagai solusi potensial karena saat digunakan sebagai bahan bakar tidak menghasilkan emisi karbon dan hanya menghasilkan uap air.
Menurutnya pengembangan hidrogen tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara industri, pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar ekosistem ini tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.
“PLN Indonesia Power telah memulai dari sisi produksi hingga infrastruktur pengisian, dan ke depan kami berharap semakin banyak pihak terlibat untuk bersama-sama menurunkan emisi karbon serta mewujudkan transportasi ramah lingkungan di Indonesia,” ujar Dindi.
PLN Indonesia Power secara konsisten mengembangkan hidrogen hijau yang diproduksi dari energi terbarukan seperti tenaga surya dan panas bumi, memastikan bahwa energi bersih tidak hanya hadir pada tahap pemanfaatan, tetapi juga dalam proses produksinya. Inisiatif ini sejalan dengan dukungan perusahaan terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060.



Komentar Terbaru