JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan produsen barubara yang masih berstatus Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi I serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus setor sedikitnya 75 juta ton batubara ke dalam negeri.

Tri Winarno, Dirjen Mineral dan batubara (Minerba) Kementerian ESDM, menjelaskan pasokan batubara untuk PLN harus bisa dipastikan meskipun saat ini masih belum final berapa persentase Domestic Market Obligation (DMO). “PKP2B sama BUMN harapannya 75 juta ton,” kata Tri ditemui di Jakarta, Kamis (12/2).

Lebih lanjut menurut Tri, volume batubara yang ditetapkan harus disetor para produsen tersebut adalah proyeksi kebutuhan yang harus diamankan untuk PLN sepanjang semester I tahun ini. “kita tarik itu di semester satu supaya apa? Supaya PLN bisa secure dulu,”ungkap Tri.

Pemerintah sendiri memang hampir dipastikan akan memangkas kuota produksi batubara pada tahun ini. Alasannya untuk bisa menekan harga batubara agar tidak terlalu jatuh. Sebagai gantinya maka persentase Domestic Market Obligation (DMO) akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan Indonesia merupakan pemasok utama batu bara dunia.

“Batu bara yang diperdagangkan di global itu kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton. Nah, dari 1,3 miliar ton itu, Indonesia menyuplai 514 juta ton atau setara kurang lebih sekitar 43%. Akibatnya apa? Supply and demand itu tidak terjaga. Akhirnya harga batu bara turun,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/1).

Untuk bisa mendorong harga, maka secara teori produksi harus diturunkan. Indonesia bakal memangkas produksi batu bara tahun ini hingga kurang lebih 600 juta ton.

“Kita akan melakukan revisi RKAB. Jadi produksi kita akan turunkan. Supaya harga bagus dan tambang ini juga kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber di alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang. Kurang lebih jadi 600 jutaan ton,” jelas Bahlil. (RI)