JAKARTA – Pemerintah menegaskan produksi minyak blok Rokan bisa kembali meningkat secara bertahap setelah pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) selesai diperbaiki. Namun aliran gas yang melalui pipa tersebut memang belum maksimal.
Laode Sulaiman, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan sebenarnya gas sudah mulai mengalir sekitar dua hari lalu tapi dengan tekanan yang terbatas dan dalam tahap uji coba keandalan pipa.
Dia menegaskan bahwa kondisi pipa gas dan produksi blok Rokan dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian utama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pasalnya akibat kerusakan pipa yang alirkan gas ke pembangkit listrik blok Rokan menyebabkan produksi minyak Pertamina dari blok Rokan juga anjlok.
“Dalam hari ini flow gasnya itu sudah dalam kapasitas maksimal. Ini juga menjadi perhatian utama dari Pak Menteri. Ditahan (tekanannya) kan sudah dua kali (bocor), makanya kita jaga. Kita tambahkan secara gradual. Tapi nggak boleh juga lama-lama tambahannya.” kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (21/1).
Blok Rokan kata Laode dipastikan akan kembali memproduksi minyak dalam kapasitas normal dikisaran 150 ribuan barel per hari (bph) setelah selama beberapa pekan sejak 2 Januari 2026 produksi hanya dikisaran 60 ribu – 70 ribuan bph.
Namun demikian pemulihan produksi minyaknya berlangsung secara bertahap karena gas yang mengalir juga bertahap. “Ya kan pengirimannya (gas) bertahap, tentu di sana juga pemulihannya (produksi minyak) bertahap juga,” ungkap Laode. (RI)





Komentar Terbaru