JAKARTA – Kebocoran pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) ternyata memberikan dampak tidak sedikit terhadap produksi minyak nasional. Pasalnya gas yang biasa melalui pipa gas tersebut biasa dikirim ke blok Rokan untuk memenuhi energi pembangkit listrik di blok Rokan.
Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan gas tersebut cukup vital bagi pembangkit listrik blok Rokan.
“TGI ini mensuplai gas untuk pembangkitan listrik wilayah-wilayah di Rokan. Jadi banyak mesin-mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik dan gasnya dari pipa ini. Ini harus segera kita selesaikan,” kata Laode ditemui di Jakarta, Senin (5/1).
Sayangnya Laode belum bisa mendetailkan besaran produksi minyak yang hilang akibat berhentinya pasokan gas ke pembangkit listrik di Rokan. Namun menurutnya jika tidak segera diselesaikan atau diperbaiki buntutnya bisa berdampak terhadap produksi minyak nasional tahun ini.
“Untuk awal tahun itu perlu kita pulihkan ya Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu barel per hari. Jadi kita harus buru-buru agar pipa ini segera bisa tersambung,” ungkap Laode.
Blok Rokan merupakan salah satu kontributor utama produksu minyak nasional. Rata-rata produksi minyak dari sana sekitar 150 ribuan barel per hari atau lebih dari 20% produksi minyak Indonesia yang sekitar 600 ribuan barel per hari.
Insiden kebocoran pipa gas milik TGI dan dioperasikan oleh TGI terjadi pada Jumat sore (2/1) di jalur pipa Grissik Duri (GD) KP222 yang berada di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Manajemen TGI menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut meskipun kobaran api sempat terlihat membumbung tinggi. (RI)





Komentar Terbaru