JAKARTA – Kabar kurang menggemberikan kembali didapatkan dari blok Rokan karena produksinya kembali harus tersendat akibat kembali bocornya pipa PT Transportas Gas Indonesia (TGI) yang mengalirkan gas untuk kebutuhan pembangkit listrik dan pabrik steam di blok Rokan.
Taufan Marhaendrajana, Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan ada lokasi baru kebocoran pipa sehingga aliran gas kembali distop sementara agar perbaikan bisa dilakukan.
“Iya. Terkendala lagi (produksi minyak).Sebelumnya kp 222 sekarang kp 294,” kata Taufan kepada Dunia Energi, Sabtu (10/1).
Taufan menjelaskan pihak pengelola pipa sudah gerak cepat melakukan perbaikan namun membutuhkan beberapa hari sebelum gas kembali mengalir. “Ini punya TGI murni hilir. Estimasi (perbaikan) dari TGI 3-5 hari,” ungkap Taufan.
Tidak dapatnya pasokan gas dari blok Corridor melalui pipa TGI membuat produksi minyak dari blok Rokan tidak optimal. Pada awal kebocoran pekan lalu Dunia Energi mendapatkan informasi produksi minyak blok Rokan harus melorot hingga ke 50 ribu barel per hari (BPH). Padahal dalam kondisi normal produksinya bisa tembus 150 ribuan BPH.
Meski begitu produksinya sempat naik jadi 70 ribu BPH sebelum perbaikan pada kebocoran pertama selesai pada awal pekan ini. Namun sayang kebocoran kembali terjadi di posisi yang berbeda sehingga hampir dipastikan produksi minyak blok Rokan kembali tersendat.
Kondisi ini membuat tantangan untuk mencapai target produksi di tahun 2026 cukup berat. Padahal tahun 2025 lalu rata-rata produksi minyak nasional sukses mencapai target APBN 2025 yakni 605 ribu BPH. Dalam data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sepanjang tahun lalu rata-rata produksi sebesar 605,3 ribu BPH.



Komentar Terbaru